Majalah Bekas “Nggak Maen”

Sore ini saya niat mau menjual beberapa majalah bekas edisi lama koleksi saya. Tapi ternyata nggak laku. Di tempat A alasannya karena edisinya terlalu lama. Orang maunya yang masih edisi tahun 2011-2012. Di tempat B adalah pusat buku-buku bekas di area Merdeka Walk, Medan yang biasa disebut Tigan atau Titi Gantung.

Menurut penjual disana majalah bekas memang susah laku, nggak seperti buku-buku akademis atau textbook.

“Aa..Cinemags? Nggak maen Cinemags. Lama lakunya. Sikit (sedikit) yang nyari. Kalo Trubus, baruu…” kata si abang menjelaskan. πŸ˜†

Mantap kali memang istilah-istilah orang Medan ‘ni. Mungkin bagi pendatang baru atau pengunjung dari luar kota, ucapan-ucapan pedagang dan penawar jasa angkutan seperti becak terdengar kasar di telinga. Namun sebenarnya itu hanya bentuk lain dari kasih sayang pedagang kepada konsumennya. πŸ˜†

Di Medan kamu akan sering mendengar kata-kata (dari pedagang) seperti “Bajunya kak/bang… Baju anak sekolah ya kak… Liat-liat aja dulu nanti kita kasih diskon…” kata-kata rayuan itu terus diucapkan walaupun orang-orang cuma lewat dan nggak menggubris tawaran mereka. Sungguh sabar dan tawakal. πŸ˜›

buku-buku bekas di titi gantung | sumber: foursquare.com

Di Medan juga terkenal dengan pembeli yang suka menawar. Dari yang nawarnya mild sampai yang afgan (sadis) ada disini. πŸ˜† Pedagang pun nggak mau kalah, bahkan biasanya mereka lebih agresif dari pembeli.

“Aduuh nggak dapat dek… Udah potong modal itu… Jangan gitulah buk…ngeri kali nawarnya… Jadi maunya berapa, sayang… Kalo nggak mau balek lah…”

Kata-katanya itu antara manis, putus asa dan sekaligus menahan kesal.Β  Tapi kalo pembeli seperti ibu-ibu mungkin akan tetap pendirian atau berpura-pura mau pergi biar dikasih harga yang udah ditawar tadi (trik yang jenius). πŸ˜†

Salah satu hal yang saya kagumi adalah, seperti yang sudah saya bilang, penjual-penjual ini adalah orang-orang yang (secara menyenangkan) agresif.

Begitu saya mematikan mesin motor, saya udah disambut sama pedagang yang langsung tahu dari ransel yang saya kalo saya mau jual, bukan mau beli. Bahkan si abang tadi menjelaskan kepada saya mengapa majalah saya kurang laku secara jujur, nggak seperti menyembunyikan “rahasia perusahaan” atau semacamnya. πŸ˜€ Jadi walau akhirnya majalah bekas saya nggak laku, saya udah cukup senang disambut dengan begitu bersemangat walau di tengah keramaian pembeli lainnya.

Apakah kamu punya pengalaman menjual barang bekas? Bagaimana ciri khas pedagang di kotamu?

Iklan

23 pemikiran pada “Majalah Bekas “Nggak Maen”

  1. kalo di bukiittinggi yang masyarakatnya rata-rata juga berdagang, aku rasa hampir sama kok , terkadang kita cuma lewat depan toko tapi kita udah disuruh2 masuk, simpelnya mereka itu gigih dan pantang menyerah πŸ˜†

  2. ah, sama. di pasar-pasar tradisional di Jogja juga gitu
    nawarnya sadis, sampai 1/3 harga yang dibilang penjualnya
    sukanya juga pd pura2 pergi biar dikasih tuh barang

    pengalaman saya saat beli tas cangklong di sono, aslinya harga 120 ribu
    kenanya cuman 50 ribu, haha… lumayan kan, tas nya juga keren kok πŸ˜†

  3. kalau dulu di kampungku sono ada sih ibu ibu yg datang ke rumah buat beli koran dan majalah bekas, ditimbang gitu per kiloan

    tapi emang bener tuh trik yg dilakukan perempuan biasanya, pura pura pergi menjauh biar dikasih harga yg ditawar, biasanya manjur ^_^

  4. “Tapi kalo pembeli seperti ibu-ibu mungkin akan tetap pendirian atau berpura-pura mau pergi biar dikasih harga yang udah ditawar tadi (trik yang jenius).” << trik ini nggak pernah meleset kak πŸ˜† sok jual mahaaaal πŸ˜†
    terus majalah kakak dikemanain doong ? :O

    • wakakak
      iya niatnya sih mau disumbangin aja nih. sama ada temen juga yang mau. nggak banyak sih soalnya. yah itung2 giveaway. halah2. πŸ˜€

  5. Ping balik: Awkward Charity « The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s