Lemak Nabati Dan Lemak Hewani

Saya lagi doyan minum Teh Tarik, walau cuma yang instan.

Minuman ini terkenal berasal dari negeri jiran Malaysia, dibuat dari teh dan susu. Bahan-bahannya memang biasa, tapi yang unik itu cara bikinnya. Kalo yang saya liat di tv, campuran teh dan susu itu dituang dari satu wadah ke wadah lain kayak digojagin tapi long distance. Halah halah…

Dikutip dari mas Wikipedia:

Teh tarik adalah minuman khas Malaysia yang biasanya dijual oleh para mamak (orang India Muslim) di Malaysia dan Singapura. Minuman ini berupa teh yang diberi susu kental manis yang dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya (ditarik).

Very talented lah orang-orang yang bisa melakukannya. Kalo kata Rianti…geut jaaab.

Nah saya nggak tahu apakah rasanya sama teh tarik asli dengan yang instan. Yang pasti saya suka. Kalo beli sekotak isi lima bungkus rasanya nggak akan cukup. Karena dalam sehari kadang saya bisa minum sampai tiga kali.

Saya makin seneng setelah baca komposisinya. Teh tarik instan ini dibuat dari teh hitam, susu tanpa lemak, krimer nabati, dan di merek berbeda yang sedang saya coba juga ditambahkan malt dan komposisi lainnya.

Gimana nggak seneng pas tahu minuman ini pake krimer nabati dan susu tanpa lemak… πŸ˜› Tapi entahlah apakah ke-rendah-lemak-an ini masih berlaku jika saya bisa minum hingga 3 porsi per hari. D’oh!

sumber: pedangbermatasipit.blogspot.com

Kalo menurut blog Dr. Roto, lemak itu adalah nutrisi penting untuk pembentukan dinding-dinding sel.

Untuk membentuk jaringan tubuh, lemak sangat diperlukan dalam pembentukan dinding sel. Dinding sel tersusun atas lipoprotein, yaitu lipid yang artinya sama dengan lemak dan protein.

Menurut si dokter, banyak jenis (spektrum) lemak yang bisa kita konsumsi. Beda sumber makanan beda pula tingkat asam lemaknya. Lemak nabati bisa kita dapatkan dari minyak kelapa, sementara lemak hewani dari daging dan susu.

Lemak nabati seperti minyak kelapa atau sawit memiliki rantai karbon C10 atau lebih. Minyak hewani bisa memiliki rantai karbon mulai C4. Lemak yang paling lengkap ternyata lemak susu, …susu mengandung lemak dengan variasi yang luar biasa dari asam butirat (C4) sampai asam arachidonat (C20). Namun asam lemak rantai pendeknya jauh lebih banyak.

Dr. Roto mengatakan bahwa sumber lemak yang bervariasi itu sangat penting. Kalo hanya lemak nabati atau lemak hewani saja nggak akan pas, harus seimbang. Itulah mengapa kita dianjurkan minum susu secara rutin sebagai penyempurna makanan (4 sehat 5 sempurna). Tuh, mas Wolvie aja doyan minum susu. 😎

Kita bisa mendapatkan variasi asam lemak dari C4 sampai yang C20-an dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam lemak rantai pendek dan rantai panjang. Rantai pendek bisa diperoleh dari susu atau daging rantai panjang bisa dihimpun dari minyak nabati sepertiΒ  minyak kacang, minyak kedelai, minyak kanola dan lain-lain.

Jadi kesimpulannya, lemak nabati dan hewani sama-sama baik dan penting asal dikonsumsi secara seimbang.

Ayo siapa yang suka teh tarik tunjuk tangan? πŸ˜€

Iklan

13 pemikiran pada “Lemak Nabati Dan Lemak Hewani

    • sebenernya itu cuma teh-susu mbak, cuman kalo ‘yang asli’ dibikin dengan cara diuncal-uncalke πŸ˜› jadi ada buih2 diatasnya karena kandungan gulanya.

    • haha wah berarti emang beda2 ya kebiasaan dan tradisi tiap daerah. πŸ™‚ seperti teh atau ‘chai’ di india dan eropa justru lebih familiar diminum pake susu ketimbang tehnya doang. cmiiw. πŸ˜€

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s