Cerita2 Vampir

Kata vampir konon berasal dari kata ‘upir’ yang pertama kali tercatat di tahun 1407 untuk menyebut pangeran Rusia bernama Upir Lichy. Kata vampyre baru masuk kamus bahasa Inggris tahun 1734 (kamus Oxford; hal.1494), sedangkan di Indonesia disebut vampir. Lalu tahun 1819, cerita tentang vampire pertama kali dibuat oleh John Polidori dengan judul The Vampyre. Tidak lama kemudian dalam bahasa Inggris huruf ‘y’ diganti dengan huruf ‘i’.

Selanjutnya vampire menjadi terkenal berkat karya buku fenomenal Dracula oleh Bram Stoker. Apalagi setelah dibuat filmnya tahun 1931, sejak itu Dracula menjadi semacam ikon yang tak terpisahkan dalam sejarah umat manusia modern.

Kisah sejati tentang vampir di dunia nyata dimulai jauh sebelum The Cullens dalam Twilight populer. Setidaknya kisah itulah yang menginspirasi novel terkenal Dracula oleh Bram Stoker.

1560-1614 (Abad 14-15)

Vlad Tepes menderita penyakit aneh yang membuatnya takut pada matahari dan tumbuhnya gigi taring. Kekasihnya Elisabeth Bathory juga terjangkit penyakit yang serupa. Setidaknya hal itulah yang diyakini para ilmuwan pada masa itu. Namun, karena jaman kuno orang menyebutnya penyakit kutukan.

Padahal jika dilihat dari ilmu kedokteran saat ini, penyakit anemia menimbulkan dampak ciri-ciri fisik seseorang seperti vampir. Tapi penyakit yang paling parah adalah pophyria dan haemotodipsia. Pophyria adalah penyakit darah dimana seseorang tidak mampu memproduksi salah satu komponen penting dalam darah, yaitu heme. Ciri-ciri orang yang terjangkit penyakit ini antara lain: takut sinar matahari, kulit pucat, luka sulit sembuh, dan kulit di sekitar mulut menjadi kaku yang menyebabkan timbul gigi taring yang lebih panjang. Sedangkan haemotodipsia adalah penyakit dimana penderitanya senang saat melihat darah berceceran.

Jika membaca kutipan diatas, ternyata memang ada penyakit medis yang gejala-gejalanya mirip dengan ciri-ciri vampir.

Contoh nyata dari dunia satwa tentu saja, yang terkenal, kelelawar vampir. Kelelawar vampir ada 3 jenis, yaitu Desmodus rotundus, Diaemus youngi dan Diphylla ecaudata. Kelelawar-kelelawar ini hidup di hutan Amerika Selatan dan Tengah, dan biasanya hanya menyerang hewan. Mereka minum 3 sendok darah dalam sehari. Dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vampir-nya orang Eropa, namun sejak novel yang terkenal Bram Stoker, makanya para kelelawar ini jadi ikut populer.

Menurut saya, jika vampir itu ada, dia/mereka adalah orang-orang yang pernah menjadi sangat kejam, tapi telah berubah seiring perkembangan jaman. Seperti contohnya Elisabeth Bathory yang membunuh sekian banyak gadis perawan dan meminum darahnya. Atau Vlad Tepes dari Rumania yang juga telah membunuh banyak orang.

Kalau boleh menciptakan vampir versi saya, saya ingin membuat vampir yang tidak memiliki taring yang panjang dan runcing. Mereka menggunakan peralatan yang ada saja untuk menyerang dan membuat korbannya lumpuh. Kadang korban dibuat hingga tewas, kadang hanya diambil darahnya lalu dilepaskan kembali, meski setelah itu korban menjadi lemas dan sakit.

Kalau ciri-ciri fisik, saya senang membayangkan vampir itu memiliki kepala yang kecil jika dibandingkan badannya; parasnya awet muda, terlihat seperti anak-anak dan memiliki karakter wajah yang kuat (kayak model-model Rusia – halah halah!). Gaya berjalannya ringan seolah tanpa beban, lebih suka berpakaian serba tertutup walau tiap vampir punya selera sendiri-sendiri. Mereka mampu keluar di siang hari, tanpa jadi berkerlap-kerlip atau terbakar.

Mereka tidak suka berhenti pada satu aktivitas tertentu terlalu lama dan melibatkan banyak orang, karena fokus perhatian mereka mudah teralihkan oleh getaran dari aliran darah segar pada tubuh seseorang. Tapi pada umumnya mereka telah belajar berbaur dan melatih diri agar mampu beraktivitas normal dalam jangka waktu yang lama.

Mereka sering sekali minum air segar saat beraktivitas dan memilih menjadi vegetarian untuk memperlambat metabolisme tubuh, karena jika minum darah di siang hari, insting liar mereka justru akan terpancing dan meledak-ledak, dan akibatnya bisa fatal jika seorang vampir sampai menyerang orang lain di tempat umum.

Vampir minum darah minimal 3 kali seminggu, maksimal 5-6 kali. Mereka suka darah orang-orang yang secara fisik kuat seperti atlet atau orang yang lebih sering beraktivitas diluar rumah.

Vampir sangat kuat tapi juga sangat ringan, banyak orang yang pernah diserang vampir mendeskripsikan mereka seperti anak kecil berusia antara 8-12 tahun yang tiba-tiba menyergap dari belakang.

Sebagian vampir sengaja menumbuhkan rambut gondrong (bagi yang pria) untuk menyamarkan wajahnya. Kadang ada juga vampir yang menyerang menggunakan topeng (kayak maling) agar tidak mudah dikenali jika terekam kamera CCTV.

Kenyataanya (masih dalam khayalan saya), hampir tidak ada kelompok-kelompok vampir yang mengklaim sebagai kelompok paling berkuasa atau memiliki niat tertentu seperti menguasai dunia atau memusnahkan manusia dengan kelebihan yang mereka punya. Kebanyakan dari mereka hidup seperti orang normal, walau agak sedikit tertutup.

Usia mereka juga tidak sampai ratusan tahun, hanya memang sedikit lebih lama dari manusia umumnya. Ada yang hidup hingga 110 atau 120 tahun. Jika ada vampir yang hidup sampai 200 tahun itu adalah hal yang sangat jarang dan hanya cerita yang diturunkan oleh nenek-moyang para vampir.

Itulah vampir versi saya. Maklumlah, tukang ngayal…

Kutipan di bagian awal diambil dari tulisan saya sendiri dari blog ini: facts-of-vampire. Tulisan itu sendiri bukan murni tulisan saya, tapi contekan dari majalah Cinemags #59. Saya sengaja nggak pasang gambar di tulisan yang cukup panjang ini, biar nggak ada yang tertarik baca. Hihihi. 🙄 Nggak penting juga soalnya. Cuma lagi pengen ngayal aja gara-gara liat film tentang vampir di tv.
Iklan

11 pemikiran pada “Cerita2 Vampir

  1. Saya sengaja nggak pasang gambar di tulisan yang cukup panjang ini, biar nggak ada yang tertarik baca. Hihihi. 🙄 Nggak penting juga soalnya.
    ____________________________
    asli saya gak baca jadinya mas. heeee

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s