Bad Time On Photocopy Printer

Yang paling bikin bete kalo ngerjain fotokopi itu:

  • Yang difotokopi hampir se-buku!
  • Tinta habis.
  • Printer bermasalah: kertas ngejam, robek didalem dan nyangkut.
  • Tangan belepotan tinta di bagian-bagian yang susah dibersihin: kuku, sela-sela jari.
  • Ketika tinta mulai habis, dan hasilnya jadi bergaris-garis di ujung bawahnya, bagi Mamak saya: “Udah bisa lah itu. Gak apa-apa.” Saya: “…How could-… Opo?? No, Mak, it’s garbage! We want perfection! What will the customers say about our COMPANY??”๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† *dilempar tas berisi 20 milyar*

Ngerjain fotokopi itu memang bisa menyebabkan mumet, keringetan dan belepotan tinta. Harus sabar-sabar dan punya visi untuk ikhlas membantu orang atau tetangga sekitar karena hasilnya pun memang tidak seberapa.

Saya jadi mikir, mungkin sekarang orang udah banyak yang punya printer All-in-one yang bisa fotokopi atau bahkan ngefax, akhirnya bsinis fotokopi semakin sepi. Atau nggak juga ya?

Usaha apa yang kamu tertarik untuk coba?

25 pemikiran pada “Bad Time On Photocopy Printer

  1. Bisnis fotocopy tetap prospek yg bagus kok, asal pinter milih tempat yg strategis. Misalnya milih lokasi yg dekat dg sekolah / kampus. Kalo deket dg instansi / perusahaan gak menjamin lancar pemasukannya, krn mereka pasti punya aset mesin fotocopy untuk kebutuhan internal.

    Trus untuk saving cost operational process-nya, pake aja sistem sewa dg penyedia mesin fotocopy, yg biasanya free maintenance fee. Kita hanya dipungut biaya untuk jumlah kertas fotocopy. Selisih harga per lembar fotocopy itulah yg menjadi keuntungan kita. Jadi, gak perlu beli mesin fotocopy-nya.

    • ooh bsa begitu toh pak. kami memang kepengin bisa pake mesin “fotokopi sungguhan” karena printer seperti ini juga ukuran kertasnya agak terbatas. trims infonya pak nanti saya coba bilang ke bos.๐Ÿ™‚

      • Bisa banget, Mas Ilham.
        Salah satu family business yg digarap istri saya ya bisnis fotocopy๐Ÿ™‚
        Kalo printer dijadikan bisnis fotocopy banyak kecewanya ntar, cost-nya terlalu mahal. Lagipula terbatas ukuran kertasnya, juga speed pencetakannya.
        Kalo mesin fotocopy, bisa was wus, mencetak dg cepat dan otomatis terkelompokkan bundelnya, juga otomatis sistem bolak-baliknya. Jelas, kalo make mesin printer gak bisa buat spt itu.

  2. lele..๐Ÿ™‚
    kita lihat saja nanti, apa bisnis fotokopi makin sepi atau nggak.. walaupun nanti banyak yang punya printer yang bisa juga buat fotokopi, belum tentu telaten menggunakannya…

  3. Menurut saya semua bisnis bagus dan menjanjikan. Ada beberapa bisnis yang turun tren nya karena teknologi sudah tidak support.

    Mungkin pertanyaannya bisa dibalik “bisnis apa yang tidak menarik ? kenapa ?”

  4. sudah lama aku nggak lihat usaha fotokopi an di sini Ilham, suami biasa fotokopi sendiri di rumah

    kalau saya sih tetap usaha bimbingan belajar, karena itu sesuai dengan kemampuan, dan sangat kusukai

  5. Saya kira usaha foto kopi tetap akan ada walaupun printer all in one sudah banyak tersedia. Kan sekarang fotokopi atau cetak foto juga sudah bisa langsung dari flash disk. Jadi teknologi fotokopinya yang mengikuti trend perkembangan.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s