Caregiver

caregiver handsHari ini saya mendapat sharing dari seseorang bernama mbak Citra di halaman Tentang Bipolar.

Mbak Citra tengah menghadapi kondisi calon suaminya yang menderita Bipolar dan harus teratur minum obat. Kita doakan yang terbaik buat mereka ya. 🙂 Karena, mudah-mudahan, setelah menikah nanti mbak Citra akan menjadi caregiver bagi suaminya dan bersama-sama mereka akan berjuang melawan Bipolar.

Nah itulah yang ingin sedikit saya ceritakan, yaitu tentang caregiver.

Sebatas yang saya pahami, caregiver adalah istilah untuk orang-orang yang mendampingi dan merawat penderita dengan masalah medis atau kejiwaan. (cmiiw) Caregiver bisa jadi orangtua, perawat, saudara, pasangan atau orang dekat pasien.

Biasanya, Caregiver itu adalah orang yang senantiasa memantau perkembangan pasangan/keluarganya yang menderita gangguan kejiwaan. Dari mengingatkan kapan harus minum obat, menghadapi ‘situasi-situasi emosional’ hingga menjadi tempat curhat.

Sebagai caregiver memang dituntut untuk sabar dan perhatian. Saya beruntung memiliki orangtua saya sebagai caregiver.

Karena itu sangat disayangkan jika melihat masih banyak orang yang memilih memasung anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa. Alasannya tak lain adalah karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gangguan kejiwaan. Saya berdoa semoga isu ini lekas ditemukan solusinya.

Siapakah orang yang selalu atau kamu harap ada di sisimu ketika kamu sedang sakit atau down?

gambar: mayslakeministries.org

Iklan

21 pemikiran pada “Caregiver

  1. yup, saya jadi inget tayangan TV tadi siang tentang curhatan seorang kakak mengenai adeknya yang menderita down syndrom
    ia sangat berharap agar orang2 yang diberikan berkah sehat untuk tidak menjudge atau memandang sebelah mata, karena merekapun manusia yang berhak atas kasih sayang dari sesamanya
    terharu saya melihatnya

  2. wah mas desain blognya ganti ya?
    iya mas memang mulia orang terdekat yg menjadi caregiver bagi yg membutuhkan, kalau sy lagi down tentunya orang tua dan keluarga adalah tempat nomor satu untuk mencurahkan semua emosi 🙂

  3. hmmm, mungkin kasus yang saya alami tidak jauh berbeda, meskipun bukan kategori gangguan jiwa.
    di sekolah tempat saya mengajar, ada anak berkebutuhan khusus. nah, meskipun dia berkebutuhan khusus, si orang tua bersikeras menyolahkan anaknya di sekolah umum. memang sih si anak memiliki kelebihan dari anak2 lain, namun tetap butuh perhatian ekstra untuk mengajarnya 🙂

  4. teringat kakek nenek dari bapak yang sudah gak ada mas dan sekarang nenek dari ibuk jatuh sakit…

    oya mas, bannernya bagus, boleh ya saya pajang di laman relationship.. maaf sebelumnya..

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s