Masyarakat Yang Berbudaya

DSC00782

Selain melestarikan budaya etnis, menurut saya penting bagi suatu masyarakat untuk mempelajari dan menyerap pengetahuan-pengetahuan baru.

Belajar berpikir dan berperilaku lebih baik dengan memerhatikan dan menyaring berbagai sudut pandang yang berbeda.

Karena masyarakat beradab itu belum tentu berbudaya dan berbudi pekerti. 😕

Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang telah memiliki kesadaran bahwa sebagai manusia yang bebas ia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhannya.

Akan tetapi, terkadang orang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, dan tidak memikirkan bagaimana dia bersikap dan berperilaku di tengah anggota masyarakat lain.

Itulah mengapa budaya menjadi sangat penting, karena fungsinya sebagai guideline yang membentuk pola pikir dan cara berperilaku seseorang, dengan kata lain, budi pekerti.

Semoga budi pekerti kita sendiri nggak kalah dengan budaya etnis yang masih terus kita lestarikan. Kuncinya adalah tetap membuka pikiran dan terus mencari inspirasi-inspirasi baru.

Versi curhat

Terkadang, saya ngerasa identity crisis tentang budaya di tempat tinggal saya tinggal, soalnya banyak budaya yang bercampur dan terkadang yang justru lebih mencolok adalah budaya-budaya buruknya. 😦

Tapi sayangnya saya sendiri pun nggak mampu memiliki “jiwa yang cukup besar” untuk melakukan sesuatu yang bisa mengubah segalanya jadi lebih baik.

Jadi, mungkin ini sekedar pengingat bagi diri sendiri aja dan mudah-mudah bagi orang lain yang membaca juga, bahwa budaya yang paling pertama dan utama untuk kita kembangkan itu adalah budi pekerti kita sendiri. 😳

Bagaimanakah definisimu mengenai masyarakat yang berbudaya: kental akan tradisi namun masih sering berselisih antar warga 😦 atau bisakah karakter bangsa dan tradisi sama-sama berkembang secara positif?

Adakah budaya dunia yang sangat kamu kagumi dan apa alasannya? 🙂

Iklan

20 pemikiran pada “Masyarakat Yang Berbudaya

  1. Karena aku tinggal di sini ya mengamatinya kebiasaan orang di sekitarku sini Ilham, beberapa diantaranya mereka nggak suka ngurusi dan mencampuri urusan pribadi orang lain, on time, tepat janji, nggak suka maksa atau menggurui org lain dan msh byk lagi kebiasaan positif yg bisa aku pelajari

  2. Disiplin org sini memang tinggi Ilham, individualitasnya juga tinggi tapi ada satu hal yg jg aku sukai dr orang sini, mereka siap membantu siapa saja, kenal apa nggak kenal , di mana saja terutama di sekitarku sini jadi sampai sekarang Insya Allah ke mana mana aku merasa aman saja

    • wah 🙂 berarti disana itu tingkat kejahatannya gak begitu tinggi dong mbak? sejujurnya mbak selama ini yang terpikir tentang jerman itu selalu hitler. 😆 mungkin karena kebanyakan nonton film kali ya jadi hanya melihat sejarah dari satu sisi.

    • Bisa dikatakan begitu walau tetap aja ada kejahatan tapi kl dibandingkan dgn tanah air ya beda

      ya memang seringnya berpikiran begitu ya, kayak kalau orang bicara ttg Indonesia pasti langsung byk yg ngomong soal korupsi padahal msh ada faktor lainnya yg positif yg bisa dipelajari juga

    • iya Ppkn sekali. biar agak sok2an kayak artikel di majalah2 politik gitu. 😆
      oh gitu ya mbak. saya juga asal ngartiin sendiri sih. 😳 maksudnya walau orangnya sudah hidup di tengah peradaban, cara hidupnya juga sudah ‘beradab’ tapi belum tentu berbudi pekerti. yah gitulah.
      saya kok jadi kayak ngomentarin orang ya, diri sendiri belum tentu udah beretika. 😳

  3. Kalau menurut saya semua sah-sah saja asalkan kita bisa mengambil yang baik dan terus berusaha melakukan kebaikan. sebab capek kalo mikirin orang yang nggak mau dipikirin mas Ilham… ada saran?

    • bener mas. mungkin yang terpenting kitanya sendiri harus legowo dulu kali ya, ikhlas dan jangan sampe terlalu menjudge, sambil memperbaiki diri sendiri juga. saya nulis ini juga sekaligus berdasarkan pengalaman. #curcol 😛
      intinya, tentang orang(-orang) yang menurut saya agak mengganggu ini, mamak saya pernah berkomentar “memang udah turunannya semua begitu” 😆 lantas saya mikir apakah sopan santun itu harus diturunkan, apa gak bisa orang belajar sendiri agar lebih sopan dan menjaga tata krama.
      tapi memang sih kadang lebih mudah jika mikir bahwa memang turunan keluarganya seperti itu (walau jadinya ngejudge sepihak). biar gak ribet2 mikirin sekaligus meredam rasa kesal. 😕 #jadicurcol

      • kalau kaitannya dengan nilai bersama yang universal, mungkin ini yang bisa diusahakan agar bisa tertanam bersama mas. Sayangnya saya tidak tahu media apa yang paling cocok. ada ide ?

      • saya gak tahu apakah ini inilainya sama/masih nyambung, tapi kadang saya mikir untuk mendorong warga2 di kampung saya untuk mengenal dan belajar ngeblog. maksudnya biar mereka gak menyimpan pemikirannya hanya untuk diri sendiri dan belajar berbagi.
        tapi saya juga gak tahu gimana caranya. saya saja jarang bergaul dengan masyarakat. 😳

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s