Belajar Makna Hidup Dari Viktor Frankl

There’s More to Life Than Being Happy – The Atlantic.

The wisdom that Frankl derived from his experiences there, in the middle of unimaginable human suffering, is just as relevant now as it was then: “Being human always points, and is directed, to something or someone, other than oneself — be it a meaning to fulfill or another human being to encounter. The more one forgets himself — by giving himself to a cause to serve or another person to love — the more human he is.”

frankl

Viktor Frankl merupakan psikiater dan ahli syaraf yang dihormati di Vienna. Pada usia 16 ia sudah sering berkoresponden dengan Sigmund Freud yang kagum pada bakat Frankl remaja.

Ketika baru saja menikah, ia sudah memegang visa untuk berangkat ke Amerika. Namun ia tahu di sisi lain Nazi akan segera menangkapi orang Yahudi, dimulai dengan orang-orang yang lebih tua, yang artinya termasuk orangtua Frankl.

Bimbang, ia pergi ke gereja katedral St. Stephan di Vienna dan berdoa meminta petunjuk. Sesampainya di rumah, doanya itu terjawab. Ia menemukan sepotong reruntuhan sinagog (gereja umat Yahudi) diatas meja. Pada potongan tersebut tertulis fragmen dari 10 Perintah Tuhan yang menyebutkan tentang menghormati kedua orangtua.

Karena itulah ia memutuskan untuk tetap tinggal, merelakan hasrat pribadinya untuk berkarir di Amerika.

September 1942, Frankl beserta istri dan kedua orangtuanya dibawa ke kamp. Sedihnya, tiga tahun kemudian, istri dan orangtuanya dibunuh.

Selama di kamp ia bekerja sebagai terapis.

Suatu hari ia pernah menangani dua orang yang sama-sama ingin bunuh diri. Tapi ia berhasil membuat keduanya berpikir mengapa hidup mereka masih layak diperjuangkan.

Yang satu menyebutkan anak kecilnya yang tinggal di luar negeri, yang satu lagi adalah seorang ilmuwan mengatakan ada sebuah seri buku yang harus ia selesaikan.

Berdasarkan pengalamannya itulah ia belajar mengenai makna kehidupan yang ia tulis selama 9 hari.

“Segalanya bisa direnggut dari seseorang kecuali satu, yaitu kebebasan terakhir sebagai manusia — untuk memilih sikap dalam situasi yang ada, untuk memilih caranya sendiri,” tulis Frankl dalam buku Man’s Search for Meaning.

“Orang yang sadar akan tanggungjawabnya terhadap orang lain yang menunggunya dengan penuh kasih sayang, atau pekerjaan yang belum ia selesaikan, tidak akan sanggup menyerah pada kehidupan begitu saja. Karena ia tahu jawaban ‘mengapa’ atas eksistensinya, dan akan berlanjut pada jawaban ‘bagaimana’.”

19 pemikiran pada “Belajar Makna Hidup Dari Viktor Frankl

  1. Seneng dengan tulisan ini —> Orang yang sadar akan tanggungjawabnya terhadap orang lain yang menunggunya dengan penuh kasih sayang, atau pekerjaan yang belum ia selesaikan, tidak akan sanggup menyerah pada kehidupan begitu saja

  2. Karena ia tahu jawaban ‘mengapa’ atas eksistensinya, dan akan berlanjut pada jawaban ‘bagaimana.. >>> nah ! seperti ini harusnya hidup ya. jangan pernah menyerah dengan masalah dan beban hidup yang ada

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s