Memasuki Kembali “Kebun Ma’rifat”

DSC00834

Buku ini udah lumayan lama banget saya beli. Sekitar tahun 2002 sama seperti tahun terbitannya di Indonesia.

Dari total 4 jilid, saya beli yang jilid 3 ini dan jilid 4. Yang jilid 4 kayaknya lagi ada sama sepupu.

Buku ini…ummm saya bingung mau menceritakannya dari sisi yang bagaimana. Pokoknya genrenya spiritual Islami. Tapi cukup universal kok. Saya rasa semua orang bisa baca dan mendapatkan manfaatnya.

Kebun Ma’rifat adalah karya yang dituliskan kembali berdasarkan kisah-kisah yang dituturkan oleh Muhamad Rahim Bawa Muhaiyaddeen. Beliau adalah seorang Sufi yang pertama kali ditemukan di belantara Sri Lanka pda tahun 1914.

Secara umum buku ini mengajarkan agar kita manusia bisa melihat melebihi apa yang terlihat oleh mata duniawi. Bahwa semua keindahan dunia hanyalah pantulan dari sesuatu yang keindahannya lebih abadi.

“…ada sesuatu yang melampui akal. Ada suatu rasa keadilan, kearifan jiwa, kearifan akal, dan kearifan Ilahi yang berpijar. Hanya dengan kearifan kita dapat melihat dengan jelas dan memahami lebih mendalam. Kita membutuhkan kearifan.” [hal.3]

Buku ini adalah jenis buku yang dapat kita baca berulang-ulang, tapi akan selalu muncul makna baru yang bisa kita temukan seiring perkembangan spiritual yang kita peroleh.

Buku ini sama sekali nggak kaku atau mengedepankan dalil-dalil agama. Melainkan sebagian besar adalah kisah-kisah kecil yang dituturkan secara lemah lembut, dengan sapaan seperti “anakku” dan “cucu-cucuku”, lalu kita diajak membedah makna didalam kisah-kisah tersebut. Penuh dengan imajinasi yang indah.

Sayang saya nggak sempat punya dua jilid pertama.

12 pemikiran pada “Memasuki Kembali “Kebun Ma’rifat”

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s