To Kill A Mockingbird oleh Harper Lee

mockingbirdSedikit cerita, tempat reload deposit pulsa langganan kami tutup karena Imlek dan otomatis saya nggak bisa ngisi pulsa buat modem (terlalu malas untuk isi pulsa diluar). Nggak enak juga sebenernya bolos ngupdate blog harian, tapi saya putuskan memanfaatkannya untuk “puasa Internet” dan menghabiskan waktu membaca To Kill A Mockingbird.

Cukup mengesankan untuk standar saya membaca habis novel 533 halaman ini dalam lima hari. Mockingbird adalah kisah yang sarat dengan ‘aura positif,’ hangat, tapi juga tragis. Nggak heran novel ini menjadi bacaan favorit yang legendaris. Satu-satunya novel yang ditulis oleh Harper Lee menjadikannya koleksi yang unik.

Kecepatan membaca saya juga didukung oleh berbagai faktor spesifik seperti font novelnya yang memang dibuat enak dibaca, serta ceritanya sendiri yang mengalir demikian natural.

Konflik utama cerita TKAM adalah tentang pengacara Atticus Finch yang memperjuangkan seorang pemuda kulit hitam dari tuduhan pemerkosaan pada era sekitar 194-50an dimana isu rasisme masih marak. Kelompok-kelompok masyarakat saling membenci, dan hampir semua orang membenci para nigger alias orang kulit hitam.

Keseluruhan cerita ini dikemas dari sudut pandang gadis kecil Jean Louise Finch alias Scout dari saat ia berusia 6 hingga 9 tahun.

Bersama abangnya Jem (4 tahun lebih tua) dan sahabat mereka Dill (setahun lebih tua dari Scout), kita bakal jalan-jalan mengenal warga-warga di sekitar tempat tinggal keluarga Finch. Ada Miss Maudie yang pencinta bunga, Miss Stepahnie Crawford yang biang gosip, Miss Rachel, Mrs. Dubose, dan karakter misterius Arthur “Boo” Radley yang tidak pernah keluar rumah… Juga ada Bibi Alexandra yang galak, Calpurnia yang setia dan lain-lain.

Tidak mudah menjadi anak pengacara, apalagi yang membela orang Negro. Orang menyebut ayah mereka “pecinta nigger” dan Scout hampir terlibat perkelahian dengan temannya karena ejekan ini. Namun Atticus, sebagai ayah yang bijaksana, selalu mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membenci dan bertoleransi terhadap orang lain.

“Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya …. hingga kau menyusup kedalam kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.”

Atticus adalah ayah yang selalu mencoba memberikan jawaban terbaik bahkan untuk pertanyaan-pertanyaan polos Scout, sebab dia berprinsip anak-anaknya layak mengetahui kebenaran. Ia juga membantu mereka mengatasi perasaan bingung dan tidak terima atas ketidak-manusiawian yang bisa dilakukan sebagian orang di masyarakatnya.

“… aku hanya berharap Jem dan Scout akan mencari jawaban pada diriku, alih-alih mendengarkan warga kota. Kuharap mereka cukup memercayaiku …” (hal.176)

Atticus tetap berpikiran terbuka bahkan saat dirinya mulai menerima ancaman dari Bob Ewell, ayah korban perkosaan yang diduga dilakukan pemuda negro, Tom Robinson.

Konflik-konflik yang muncul membawa perasaan kita kedalam situasi-situasi yang cenderung tragis dan kontras dengan zona aman kehidupan Scout dan Jem sebagai anak-anak. Bagaimana mereka mencoba memahami dan terlibat dengan konflik yang menimpa keluarganya, situasi sosial pada masa itu, dan akhirnya, apa yang kita, sebagai pembaca, bisa pelajari tentang kearifan, keadilan, toleransi dan persamaan hak umat manusia.

Mockingbird tidak sekedar menggunakan konflik utama untuk membuat pembaca penasaran, tapi sudah memikat sejak awal dengan penuturannya yang sederhana. Meskipun demikian ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan olah di kehidupan kita sendiri.

Ini adalah jenis cerita yang meninggalkan kesan hangat dan membuat kita berharap bisa merasakannya lagi. Sebelum sepertiga terakhir saya udah bisa membayangkan suatu hari mau membacanya lagi untuk “tur ulang” mengelilingi Maycomb, lari melewati rumah Boo Radley yang menyeramkan, melihat bunga-bunga Miss Maudie dan melihat Jem dibuat kesal oleh Mrs. Dubose yang tua dan sakit-sakitan…

Novel yang wajib “dialami” setiap orang.

To Kill A Mockingbird juga dibuat versi filmnya pada tahun 1962 dan memenangkan Oscar untuk aktor terbaik (Gregory Peck). Berikut trailernya.

to-kill-a-mockingbird-movie      atticus tom      scout jemrantery.awardspace.com / frankwbaker.com / lisafremontpages.blogspot.com

13 pemikiran pada “To Kill A Mockingbird oleh Harper Lee

  1. Pernah baca dulu banget di perpustakaan SMA, dan akhir-akhir ini jadi sering lihat lagi di Gramedia.. ntar kalau ada waktu dan uang pasti beli🙂 *nambahlagireadinglistsaya*

  2. Ping balik: Kerajinan! | The Moon Head

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s