Orangtua Yang Bertengkar

Warning: postingan panjang dan mengandung curcol!😛 Jika mau silahkan skip aja ke pertanyaan di akhir tulisan ya.

berantemOrangtua saya Alhamdulillah termasuk yang jarang bertengkar. Kalaupun ada, gegaranya hanya masalah-masalah sehari-hari seperti urusan belanja atau tugas-tugas rumahan.

Namun dari pertengkaran-pertengkaran kecil ini, saya jadi belajar lebih mengenali sifat-sifat kedua orangtua saya. Mungkin tidak terlalu secara pribadi, tapi lebih kepada bagaimana mereka mengatasi masalah sebagai pasangan dan kepala keluarga.

Harus saya bilang mereka bukan orangtua yang terlalu menunjukkan perasaan kasih sayang atau mengkomunikasikan segala hal terkecil. Untuk adilnya mereka jenis orang-orang sederhana yang tidak terlalu ribet dengan inisiatif selain apa yang memang seharusnya diurus.

Terkadang saya memang merasa terganggu dengan Mamak saya yang, yang seperti banyak ibu lainnya, banyak memberikan instruksi ini itu kepada Bapak alias suaminya. Di sisi lain, Bapak juga nggak mau kalah dengan argumen teknisnya, walau seringkali doi memang melakukan kesalahan yang sama.

Bapak suka jika dia selalu bisa memberikan solusi, sementara Mamak nggak berhenti-berhenti ragu melontarkan pertanyaan dan tuntutan.

Terkadang saya membantu memberi jawaban-jawaban mendasar entah dengan mencari di Internet atau ingatan saya sendiri. Dan saya selalu berusaha membuatnya terdengar netral karena saya tidak mau terkesan melangkahi kompetensi Bapak saya atau memaksakan argumen saya sendiri.

Makanya saya grogi banget kalo Mamak saya udah mengungkit-ngungkit informasi yang didapat dari saya, seperti misalnya, “Orang anaknya liat dari Internet kok…” dan Bapak akan bilang, “Iiiya tapi itu kan harga lama…” Muka saya langsung merah jika mendengar mereka bicara seperti itu. Lantas saya bilang sama Mamak, “Nggak usah dibahas lah Mak, Bapak itu kan punya pendapat sendiri…” Padahal karena saya nggak mau diseret-seret dan dianggap memaksakan pendapat yang nggak banyak membantu.

Orangtua itu beda-beda memang karakternya. Kita nggak tahu bagaimana kehidupan mereka sebelum melepas masa lajang demi kita. Palingan pernah saya melihat foto-foto lama Bapak saya saat masih muda dengan rambut kribo ala Ahmad Albar, bersama tim sepakbola di tempat kerjanya dulu. Mamak saya juga nggak kalah keren dengan rambut lurus panjang ala 70an, menggendong buah pepaya dengan latar air terjun entah dimana.

Kalo dipikir jadi malu sekaligus bersimpati betapa kita nggak bisa selalu menghargai nilai-nilai yang dulu diyakini dan dijunjung jiwa muda orangtua. Semua itu hanya tersisa menjadi daftar kewajiban semata untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan terutama anak. Makanya kita harus menghargai pengorbanan orangtua. Itu jelas. Plus memaksimalkan waktu bersama mereka. Kita harus buat mereka ‘betah’ jadi orangtua dengan menunjukkan rasa senang dan aman dengan keberadaan mereka di dekat kita dan menggunakan apa yang sudah mereka berikan secara maksimal. Sesuatu yang saya pribadi belum bisa tunaikan…

Kembali soal orangtua yang bertengkar, saya percaya Tuhan adil memberi kadar yang sama pada setiap orang, hanya ceritanya yang berbeda-beda. Saya nggak bisa membayangkan memiliki orangtua yang selalu penuh perhatian dan peka serta selalu berkasih-sayang, atau orangtua yang sering bertengkar dan bahkan sampai bercerai. Tapi kalaupun itu saya alami, saya mungkin tidak benar-benar tahu apa yang terbaik buat saya. Yang bisa dilakukan hanya menghadapi dan mengusahakan yang terbaik buat kita sendiri kedepannya.

Lagipula apa yang baik itu tidak selalu berarti kebahagiaan abadi, tapi juga apa yang kita pelajari dari hubungan dengan orang lain.

Kalo denger orangtua saya berantem kecil sampe meninggikan suara, saya biasanya akan membahas di dalam pikiran saya tentang bagaimana sebenarnya cara berpikir masing-masing pihak. Tapi kemudian saya masuk lebih jauh, dan memahami bahwa sebenernya Mamak saya juga pasti menyadari kalo omelannya kadang salah timing,😆 dan Bapak saya yang memang bukan pendendam akan cepat pulih selama Mamak selalu membutuhkan bantuannya.

DSC00494

William & Kate Middleton

Kayak kutipan bijak dari To Kill A Mockingbird yang baru saya baca nih, “Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya …. hingga kau menyusup kedalam kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.”

Bagaimana dengan orangtuamu, apakah suka bertengkar atau malah mesra terus nih? 🙂 Kalaupun orangtuanya kurang akrab, coba dihadapi dengan sabar dan besar hati ya. Semoga keadaannya jadi lebih baik. Jadikan situasi itu untuk memperkuat hatimu dan lebih menghargai orangtuamu apa adanya mereka.

34 pemikiran pada “Orangtua Yang Bertengkar

  1. Orangtua saya jarang bertengkar, seringnya gencatan senjata alias ga saling bicara😀. Kalau perang dingin berakhir ya saling bicara lagi, trus gencatan senjata lagi trus gitu ..gitu deh. Ya ampunnn ko foto oragtuamu di kasih judul William & Kate Middleton hahahha🙂.

    • hih…
      ooh beda2 ya gaya berantemnya. kalo ortu saya biasanya mereka langsung dibawa enyek2an/ejek2an becanda trus ketawa lagi deh. atau yang ringan2 tapi abistu udah lupa.

  2. Bertengkar itu bumbu pernikahan! ^_^
    Dulu awal2 nikah aku sempet sedih kenapa juga koq bertengkar ya, tapi suamiku bilang, itulah seninya pernikahan. Namanya 2 orang yang berbeda ya gak bakal bisa sama, berselisih sedikit itu biasa😉
    Salam untuk Bapak dan mamaknya ya

  3. ortu saya sih jarang (eh pernah gak sih… gak pernah deh kayaknya) bertengkar. Paling ya diam-diaman. apalagi papa, bisa tau2 diam aja di kursi kesayangannya dulu. apalagi sekarang… gak pernah lihat lagi bertengkar.

  4. Orangtua saya? Kaya’nya mesra selalu deh, huhuhu. Tapi saya – sejak SMA – jarang di rumah… setiap balik selalu disambut suasana hangat…:)

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s