Inisiatif

Semalam ada gerobak bakso yang berguling ke kiri, roboh dengan telak ke tanah pinggir aspal, tepat di depan mata saya. Saya sampai nggak menyadari suara saya sendiri yang ngucap-ngucap kaget kayak emak-emak, saking terkesimanya.

Saya baru sadar kembali setelah dua detik dan mencengekeram gagang sepeda motor. “Logikanya sih aku turun trus bantu. Tapi saat ini aku nggak cukup spontan untuk menggerakkan inisiatif itu. Jadi, diam saja…ntar malah ngerepotin dan terkesan maksa jadi pahlawan kesiangan.”

bakso tumplek

Saya menahan pikiran itu. Sampai akhirnya mobil di depan saya pun bergerak dan saya melanjutkan perjalanan.

Pulangnya saya lewat gang yang sama. Gerobak bakso tadi sudah berdiri, dibantu tukang becak motor yang sedang mangkal disitu, dan satu-dua orang tampak menginterogasi bapak tukang bakso yang mengalami kerugian.

Beberapa potongan mangkok yang pecah pating geletak di titik dimana dia jatuh tadi.

Ada perbedaan ketinggian antara aspal dengan trotoar tanah pada belokan gang tersebut. Saya yang naik motor juga sering deg-degan kalo terlalu mepet ke sudut itu.

Kemudian seolah disindir Tuhan diberi pelajaran moral, saya sampai di gang dekat rumah, dan karena gangnya cukup sempit, kadang-kadang terjadi kemacetan gara-gara dua mobil yang impit-impitan dan susah lewat. Seperti yang terjadi saat semalam.

Lalu seorang pemuda seumuran saya turun dari motornya dan memberi arahan supaya mobil yang ke arah berlawanan bisa lewat. Lancarlah aliran pengemudi motor dan mobil di depan. “Itu baru namanya inisiatif  yang memberi solusi…” ejek moralitas saya. ‘Kay…😦

***

Pelajaran yang saya dapatkan adalah:

  • Kebiasaan berinisiatif itu harus dibiasakan supaya kita lebih peka dan bisa melakukannya secara natural tanpa paksaan atau keraguan.
  • Mungkin pada setiap kejadian kemalangan, Tuhan menghubungkan tali tak terlihat kepada orang-orang yang berpotensi membantu meringankan masalah tersebut, hanya saja tidak semua orang mau melakukannya dan pergi, maka tali-nya putus dan jumlah orang yang akan membantu menjadi lebih sedikit.
  • Keraguan dan pikiran yang muncul seringkali menjadi racun agar kita tidak melakukan apa yang baik, seperti saya itu, takut ngerepotin lah, nggak spontan lah… =.=’ Tapi kalau membiasakan diri dan melakukannya dengan tenang, well, semua orang pasti senang mendapat bantuan dan dukungan ketika ditimpa masalah.

Apa yang akan kamu lakukan jika menyaksikan kejadian yang dialami tukang bakso diatas?

16 pemikiran pada “Inisiatif

    • iya mbak harusnya sih gitu. tapi itu tempatnya beda sih sama lingkungan rumah saya. mudah2an kalo warga2nya aja yang inisiatif memperbaiki itu saya rasa udah cukup bagus.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s