Aer (yang ini bukan puisi)

aer

Sudah beberapa hari krisis air di kampung sini (Labuhan Deli, Medan). Listrik juga rutin mati. Kami harus pake air tanah (yang dipompa) untuk mandi.

Sementara Bapak saya lagi menghilang entah kemana, nggak pulang, nggak ada kabar. Si Mamak saya ngarang kalo-kalo Bapak kawin lagi. 😆

Ada yang ngalamin krisis air jugakah?

Iklan

20 pemikiran pada “Aer (yang ini bukan puisi)

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s