“I Think I Know This Place”

Begitulah saya nenang-nenangin diri kalo lagi tersesat…dan ternyata saya nggak tahu tempat yang sedang saya lewati.

Setelah berjam-jam akhirnya saya tanya orang di jalan, dan berhasil menemukan ring road dan jalan pulang.

Walau rada sesak pipis dan takut nyasar sampe pagi, saya cukup senang karena bisa jalan-jalan. Ada banyak tempat, jalan dan sudut-sudut kota Medan ini yang terasa berbeda ketika ditelusuri dengan sepeda motor, sendirian, nyaris tengah malam.

kesasar

Dua jembatan besar dan dua pesawat penerbangan malam saya lewati dan saksikan selama perjalanan. Melewati tanda “SELAMAT JALAN” kemudian tersesat lagi di sisi lain kota (untung bukan negara…atau dimensi).

Ada lingkungan yang sangat tenaang sekali, ada yang dekat jalan raya, ada yang dirapati hotel-hotel kecil dan ‘kafe remang-remang’.

Saya merasa tiba-tiba ter-teleport ke kota Jogja ketika melewati jalan mulus mendaki bertanda “Babarsari +7km”. Lalu berbalik lagi setelah sadar bukan “jalan yang benar”.

Pegel dan ngilu, tersesat semalam membuat saya sadar betapa jarang saya keluar rumah, dan betapa sedikitnya saya kenal kota saya sendiri.

Lingkungan baru memang terasa menarik. Saya bukan jenis yang aktif bepergian, jarang menginjak lokasi-lokasi yang berbeda-beda, jadi saya menghargai kesempatan yang sekali-kali seperti ini. Saya berpikir mungkin Medan nggak terlalu buruk juga dan masih ada banyak sudut-sudutnya yang nyaman buat ditinggali dan dikunjungi.

Pernahkah kamu kesasar di kotamu sendiri?

25 pemikiran pada ““I Think I Know This Place”

  1. Hahaha. Nyasar nih ye..
    Ane juga pernah gan. Ditinggal kakak ane pas kecil di pasar. Cuma berdua sama kakak satu lg yg gak tau jalan.

  2. Salam kenal mas, dapet dari Blog nya Puch,
    Haha… saya tuh pendatang yang justru paling kenal dengan kota yang saya datangi dibanding kota kelahiran saya🙂

    • hehe gak juga sih, cuman ribet aja musti mundur balik jauh2 tiap salah belok.. udah ketemu jalan yg bener seneng bgt, tapi makin deket rumah yaudah deh kurang semangat/seru lagi.😄

  3. kalo di kota sendiri nyasar sering, tapi nggak pernah takut, soalnya Jakarta nggak pernah “tidur”, gampang bgt cari transportasi untuk bisa pulang, tapi pernah yaaa celingak-celinguk di Bali sendirian, susaaah karna nggak ngerti seluk beluk “rumah” orang lain😀, btw nice pic (again) ^^

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s