Seberapa Pentingkah Outline Cerita?

rob sketchKalo nulis cerita, apalagi yang agak panjang saya cenderung menstruktur ini itu dari karakternya sampai isi ceritanya; konflik, plot, karakter, dan sebagainya.

Karena saya belum bisa nulis secara ngalir tanpa bantuan outline. Itupun hasilnya masih jelek/crappy sehingga kadang saya harus membuat ulang plotnya.

Tapi sebenernya bagus nggak sih yang saya lakukan? Ataukah sebenernya yang lebih penting adalah bener-bener memahami cerita sehingga kita bisa menceritakannya secara natural, seolah menulis serangkaian ingatan hal yang benar-benar pernah terjadi?

Saya mengingat-ingat lagi gaya tulisan Pakde Hemingway, hehe. Beliau bisa menceritakan kisah seolah ia sendiri yang mengalaminya.

Membuat saya berpikir mungkin cerita-ceritanya itu memang berdasarkan pengalamannya sendiri yang ia reka menjadi diperankan oleh karakter lain. Yang artinya, salah satu penunjang kesuksesan cerita itu penulis harus punya banyak pengalaman hidup.

Tentunya kita harus melakukan dulu baru bisa menceritakan bagaimana rasanya. Mereka-reka dengan deskripsi karangan kita sendiri bukan mustahil tapi pasti agak lebih sulit.

Mungkin bisa kita ambil kesimpulan, outline cerita bisa membantu kita mengingatkan diri tentang tujuan dan misi cerita. Tapi jangan keasikan juga membuat outline adegan, karakter ataupun plot (atau kayak saya, kebanyakan nyari bacaan dan tips menulis) dan malah lupa atau nggak fokus sama nulis ceritanya sendiri.

Bagaimana menurutmu?

Kamu suka baca cerita yang seperti apa?

Iklan

22 pemikiran pada “Seberapa Pentingkah Outline Cerita?

  1. kebetulan nih,. saya juga sekarang lagi heboh nyusun outline. *biasanya nulis ya nulis aja.. ahahaha :v

    karena dalam dunia penerbitan ternyata outline cerpen/novel diperlukan sekali, sebagai panduan kita dalam konsistensi jalan cerita πŸ™‚

  2. nulis panjang kadang masih belum dibiasakan. yang terjadi malah sering banyak muncul tambahan-tambahan yang gak penting

  3. perlu itu, ham bikin outline ceritanya. biar ndak melebar kemana-mana. pernah denger dari ahmad fuadi, penulis novel negeri 5 menara, waktu dia nulis novel pertamanya itu, ahmad fuadi bikin outlinenya juga kok. bahkan sampai bikin grafik emosi per-babnya..

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s