Merindukan Passion

passionKangen dan malu juga rasanya kalo ngeliat tulisan-tulisan lama. Meski kakunnya nggak banyak berubah, tapi dulu tulisan-tulisan di blog ini, menurut saya, lebih punya passion. I had ideas yang nggak segan-segan saya lontarkan, meskipun itu rada sotoy atau berbau menggurui,😛 seperti hikmah dan pelajaran yang saya petik dari kehidupan sehari-hari, dsb.

Sekarang rasanya makin membatasi untuk sekedar memunculkan pemikiran pribadi di blog sendiri. Takut terlalu curcol atau opinionated. Takut tulisannya panjang tapi nggak efisien dan bikin pembaca bosen. Takut ini, takut itu…

Dasarnya saya yang nggak selalu punya ide bagus yang bikin saya sendiri passionate buat menyampaikannya. Semua yang saya tulis belakangan lebih general dan dengan gaya to-the-point, tapi jujur aja bikin aktivitas blogging nggak sama seperti yang saya rasakan tahun lalu saat baru memulai blog ini.

Apakah kamu pernah merasakan menurunnya passion seperti ini dalam ngeblog? Punyakah kamu trik untuk mengakali dan membakar kembali passion dalam ngeblog maupun dalam pekerjaan lainnya? Silahkan di share.

Selamat menunaikan ibadah puasa yang dimulai besok untuk semua teman blogger. Semoga ibadah kita tahun ini diterima walau sekecil apapun bentuknya. Amin.

28 pemikiran pada “Merindukan Passion

  1. hmm .. sulit juga ya menjawab pertanyaannya. Buatku ngeblog itu menyenangkan, walau kadang seperti beberapa minggu lalu aku tak tahu hrs nulis apa, tetep kuusahakan nulis. Kalau malu membandingkan tulisanku yg dulu dgn sekarang rasanya belum pernah Ilham aku merasakannya

    • itu dia mbak mungkin saya lupa have fun dalam menulis. maunya perfek dalam arti efisien dsb. tapi jadi mengorbankan jiwa dari tulisannya sendiri ya.

      • kalau sdh nggak ada have fun lagi rasanya tulisan jd spt terpaksa hasilnya, mungkin dlm hal ini diperlukan cuek jg ya ? jd menulis sesukanya, yg kita suka maksudnya, jd masalah perfect apa nggak, org lain seneng apa nggak , tak perlu dipikirkan dulu, ntar seiring berlalunya waktu juga akan menemukan cara tersendiri menulis yg sama sama membuat nyaman buat yg nulis juga buat yg baca juga ya😛

      • iya mbak diperlukan juga cuek biar tulisannya lebih total dan mewakili keinginan dan maksud kita ya. thnx masukannya mbak El.

  2. Kalo gua sih lebih ngelihat sekitar, lalu di tulis dengan bahasa sederhana. Kadang waktu nulis kita lebih banyak belajar akan hal sederhana

  3. selamat menunaikan ibadah puasa ya.

    untuk menulis itu, kamu cukup tulis saja apa yang kamu dapatkan dari sekitar. bisa apa aja kan? dibawa enjoy. dalam bentuk apapun tulisannya. pasti akan ada hikmah dan manfaatnya kok.

  4. untuk membakar semangat passion bisa dengan mengingat tujuan yang ingin dicapai. Biasanya kalau ingat ada sesuatu yang belum tuntas kita lebih termotivasi untuk ‘menyelesaikannya’ …

  5. Amin…

    “Sekarang rasanya makin membatasi untuk sekedar memunculkan pemikiran pribadi di blog sendiri. Takut terlalu curcol atau opinionated.”

    Saya pernah merasakannya. Kalau itu terjadi, terkadang saya berhenti posting untuk sementara waktu di blog. Saya memilih untuk menjernihkan pikiran. Akhirnya saya menemukan jawaban bahwa setiap blogger itu berbeda-beda apa yang ingin ia tulis, saya berpikir yah beginilah cara saya menulis, inilah yang ingin saya tulis.

    Tetapi sebenarnya penting bagi seorang blogger untuk menulis dengan satu tema. Jadi blog nya tidak seperti gado-gado. Keahlian kita juga akan terasah. Namun, saya masih belum bisa menulis seperti itu. Mungkin tulis saja dulu apa yang sedang dipikirkan, kan menulis juga butuh proses ya kan🙂

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s