Bicara Horor

mirandaKalo misalnya ditanya kenapa saya suka film horor, mungkin jawabannya sama jika saya ditanya kenapa udah tua masih doyan nonton kartun/animasi? Saya suka spesial efek. Saya suka cerita yang bagus dan kreatif.

Selain animasi dan drama, menurut saya film horor juga memiliki keanggunan dan keindahan, terutama (harus diakui) film-film horor Asia. Walau tahu bakal kaget dan jantungan sampe parnoan, tetep aja penasaran sama ide-ide yang mau ditawarkan sang pembuat cerita; skenario apalagi yang bisa dibuat dari satu tema horor, “gaya kemunculan dan gangguan” seperti apalagi yang bisa dibuat, bagaimana motivasi si hantu bisa menginspirasi dan terhubung dengan penonton, dan mengapa itu mungkin saja terjadi di dunia nyata, yang disajikan secara alami tanpa dramatisasi yang berlebihan. Setidaknya dari hal-hal itulah saya menilai apakah film horor bisa dinikmati atau tidak.

Saya sih bukan kritikus film (cuma ceplas ceplos penggemar awam), tapi dari saya pribadi nggak semua film horor yang saya tonton memuaskan. Ada juga tentunya yang menurut saya kurang berhasil menyajikan cerita yang dalam sekaligus natural disamping penampilan hantu yang “indah” tadi.

Terkadang ada film-film horor yang lebih mengedepankan make up seram, dengan cara kemunculan hantu yang ngagetin dan sound yang bikin jantung copot, ketegangan yang jadi kurang tegang karena terlalu lambat, lebih banyak akting ketakutan ketimbang action-nya dalam berusaha mengungkap misteri, atau sebaliknya, si tokoh utama digambarkan agak terlalu tangguh dan bisa mengatasi masalah diluar logika dengan serangkaian aksi dan akhirnya semua kembali normal.

Saat nonton film horor, yang biasanya saya tunggu-tunggu adalah gaya kemunculan hantu/pembunuh/makhluknya. Ada yang biasa aja, tapi nggak jarang juga yang janggal, aneh dan diluar dugaan. Salah satu yang terkenal mungkin adalah kemunculan Sadako dalam film Ringu/The Ring. Yang sebenarnya mereka merekam sang aktris berjalan mundur, tapi kemudian diputar secara terbalik sehingga menghasilkan cara jalan Sadako yang khas.

Tapi sebenarnya teknik kemunculan hantunya itu juga nggak terlalu penting asal nggak berlebihan dan terlalu diserem-seremin dengan efek yang terlalu banyak.

Mungkin agak berbeda dengan kehidupan nyata dimana hantu biasanya nongol begitu aja, ketegangan dalam film horor lebih bisa dibangun ketika tokoh yang mau ditakut-takutin lebih dulu dan secara bertahap ditunjukkan tanda-tanda, motif atau dan pengetahuan bahwa si hantu/makhluk/pembunuh berantai itu nggak sejauh yang dia kira dan bisa muncul dari tempat, waktu dan dengan syarat dan kondisi tertentu. Dan perbuatan yang memicu kemunculan itu tidak terelakkan lagi, misalnya karena dendam, kutukan, ritual, karma, cinta, dan sebagainya.

Cast yang pas juga penting. Karakter cewek emang sering jadi langganan film horor. Menurut saya karena cewek bisa tetap terlihat anggun ketika beraksi mengatasi masalah. Tetap indah dilihat walau sedang berlari di lorong rumah sakit dengan darah di sekujur badan. Mereka bisa bersikap tangguh, tapi juga punya intuisi yang kuat.

Karakter cowok juga bagus sebenarnya. Tapi karakter cowok mungkin cenderung ingin mengatasi masalah secepatnya dan mudah emosional. Reaksi kaget atau ketakutannya juga kurang bikin simpati karena image laki-laki yang biasanya lebih kuat. Hehe. Sekali lagi ini hanya kesotoyan saya. Film seperti Secret Window yang dibintangi Johnny Depp termasuk favorit saya walau film itu lebih ke genre thriller. Tapi cuma itu yang saya tahu yang jagoannya cowok selain Mirrors dan 1408. Karakter laki-laki di film horor mungkin akan lebih menarik jika karakternya anak-anak seperti Dorm (Dek hor) dan The Devil’s Backbone.

Apakah kamu suka film horor?

23 pemikiran pada “Bicara Horor

  1. kalo sy bukan ngeliat saat kedatangan hantunya itu, tapi aksi para penakut yg bikin sy geli ngeliatnya. ekspresi takut dari beberapa film horor yg pernah sy tonton malah seperti hilang. apalagi film horor indonesia, lucu2.

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s