Es Krim

Di usia 70 anak-anaknya tak pernah mengunjunginya lagi. Laki-laki tua itu membeli eskrim lalu duduk di taman kota.

Seorang anak laki-laki kecil datang dan duduk di sebelah laki-laki tua, memandangi eskrim yang sedang dinikmatinya. Sebelah matanya bengkak.

“Ayahmu memukulimu lagi?” Anak itu mengangguk.

Laki-laki tua itu memberinya uang. Anak itu pergi dan kembali lagi dengan sebatang eskrim coklat. Sekarang mereka berdua makan eskrim.

banner-kontes-unggulan-63-300x214

22 pemikiran pada “Es Krim

  1. Biasanya org yg mengabaikan orgtuanya pas sdh tua, krn dl pas kcl tdk diperlakukan dgn baik oleh orgtuanya..logis, tp tdk bs dijadikan pembenaran, krn tnp orgtua kt tdk akan ada di dunia ini..

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s