Pendengaran

DSC01210Satu hal lagi yang saya syukuri dari pengalaman belakangan ini yaitu adalah: pendengaran.

Saya sering berpikir bagaimana seseorang yang tunarungu bukan sejak lahir (alias ada insiden yang menyebabkannya kehilangan pendengaran atau mengurangi kemampuannya mendengar) membiasakan diri dengan lingkungan yang terdengar berbeda. Menurut saya itu pasti sangat tidak menyenangkan terutama jika membayangkan diri saya mengalaminya.

Saya tahu sejak kecil saya selalu mudah panik dan anxious. Kalo anak kecil takut badut atau hantu, saya takut kalo pesawat terbang lewat. 😆 Guyuran/keramas saat mandi adalah momen yang heboh karena saya bakal  panik seolah ada monster yang mau menerkam dari belakang ketika saya pejam mata. I’m so insecure about everything.

Karena itu ketika telinga kanan saya mengalami infeksi, ditambah kondisi mental yang memang udah kacau selama beberapa bulan belakangan, saya mudah terpicu panik ketika menyadari kemampuan pendengaran saya berkurang.

Jujur selama perjalanan mencari pertolongan dari dokter, suster, sampai rumah sakit, saya sempet berpikir jika pendengaran saya akan selamanya seperti ini dan harus menjalani pengobatan yang panjang atau menggunakan alat bantu dengar. Tapi kemudian saya buru-buru menghilangkan pemikiran itu dan mencoba fokus pada mencari bantuan pada waktu itu.

Sekarang ketika panik dan kecemasan saya sudah mereda, saya sudah lebih terbiasa dengan pendengaran yang terganggu ini. Setidaknya nggak sepanik sebelumnya. Saat ini saya mulai membayangkan mungkin beginilah orang-orang yang memiliki gangguan pendengaran merasakan dunia di sekitarnya, kecuali tentunya apa yang saya alami nggak sebanding dengan disabilitas pendengaran yang sebenarnya.

Saya mengingat melihat karakter-karakter di film yang terkadang digambarkan memiliki masalah pendengaran dan harus menggunakan alat bantu dengar. Mereka masih beruntung karena memiliki keluarga dan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya dengan pendengarannya.

Lalu saya ingat lagi almarhumah Nenek yang pendengarannya juga kian menurun seiring umur. Saya bahkan merasa ingat ketika Nenek mulai mengalami penurunan pendengaran. Mungkin waktu itu saya masih SMP.

Saat itu kadang Nenek yang justru menyergah orang lain, “Lah wis lah Nenek nggak denger!” dan pergi meninggalkan percakapan. 😆 Tapi kebanyakan sih kita yang harus deketin ke telinganya supaya Nenek ngerti apa yang diomongin atau ditanyain hehe. Begitulah sosok yang saya sebut Little Princess.

Satu lagi sosok yang memiliki masalah pendengaran yang saya kenal adalah kakak pengasuh ponakan saya dulu. Kita sebut aja namanya Kakak Until (ini julukan iseng ponakan saya sama nanny-nya). Kalau Kak Until ceritanya dulu waktu masih lebih muda pernah telinganya kena pukul pelepah kelapa sawit sampai gendang telinganya pecah (kurang tahu telinga sebelah mana).

Jadi dulu itu kita bisa lihat lucunya ponakan saya yang masih kecil kadang harus bicara keras di telinga kakaknya kalau mau minta sesuatu atau menyampaikan pesan dari orang lain.

Saat ini saya masih ngerasain nyeri dan nggak nyamannya infeksi di gendang telinga. Tapi semua kejadian ini memberikan saya pelajaran untuk bersyukur dan bersabar sebagai sikap hidup yang teramat penting, terutama dalam menghadapi berbagai masalah dan situasi sulit. Karena ada begitu banyak orang yang menanggung kesulitan yang kita rasakan hampir setiap hari sebagai beban cerita hidupnya.

Oh ya, sekalian mau tanya sama pembaca dan blogger sekalian, sebenernya bagus nggak sih kalo sering-sering pake head/earphone? Saya pernah tahu memakai eraphone bisa memicu perkembangan bakteri di telinga, tapi saya terlanjur lebih nyaman pake earphone ketimbang speaker. Adakah tips dan cara aman menggunakan earphone supaya nggak mengakibatkan efek buruk bagi telinga?

Trims sudah membaca. Semoga kita semua dianugerahi kesehatan hingga akhir usia. Amin.

Iklan

5 pemikiran pada “Pendengaran

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s