Last Post

Saya memutuskan berhenti menulis di blog ini. Mungkin saya akan menulis lagi suatu hari. Walau mungkin bukan di blog ini. :)

Terimakasih untuk semua dukungan dan pertemanannya. Tentu saya akan blogwalking kapan-kapan dengan akun yang sama.

I love you all.

logo

B Complex Mengurangi Lemak dan Anxietasku

DSC01246

Perut buncit saya secara konstan kehilangan gelambirnya sejak minum vitamin B complex sekitar semingguan ini. Saya memerhatikan dengan bangga di cermin bagaimana perut saya menyusut dalam beberapa hari ini. Masih buncit sih tapi jauh lebih susut dari biasanya.

Beberapa hari setelah mengonsumi 3-5 butir vitamin B complex 2mg per hari, saya merasa sangat berenergi dan bervitalitas. Ini sangat membantu gejala-gejala Bipolar saya dan anxietas/kecemasan. Tekanan di dada dan kepala karena anxietas menghilang. Nafas saya lebih teratur. Tapi saya masih mengalami social anxiety saat berada di luar/tempat umum. Meski menurut saya itu bisa pelan-pelan diatasi dengan cara berlatih dan dibiasakan. Yang terpenting adalah saat ini saya merasa lebih baik.

Satu lagi masalah yang masih ada adalah masalah tidur. Saya nggak tahu apakah ini karena vitamin yang saya konsumsi atau memang dari sayanya, tapi saya ngerasa semakin susah tidur terutama di malam hari. Tidur sejam, bangun lagi. Itu pun tidurnya nggak nyenyak dan banyak mimpi yang bikin kepala mumet. Saya baru bisa tidur panjang menjelang subuh.

Efek lain yang saya rasakan adalah berkurangnya nafsu makan. Kalaupun makan, nggak bisa banyak-banyak (mudah kenyang). Kadang saya makan tengah malem pas berasa agak laper. Dan itu nggak menghentikan kinerja vitamin B complex membakar lemak di perut saya. Bangun pagi saya ngerasa lemes banget kayak abis lari keliling lapangan 10 kali. Tapi pas ngeliat di cermin, perut saya udah susut lagi tuh. (Saya sampe sempet berkhayal jangan-jangan ada alien yang datang dan melakukan eksperimen dan mengambil lemak dari perut saya.) =_=’

Dari sebuah sumber, B complex disebutkan berkhasiat memecah nutrisi makro dari karbohidrat, glukosa, lemak hingga elemen-elemen lain yang berfungsi untuk menjaga, merawat dan menumbuhkan. Baik untuk fungsi normal syaraf, menjaga kesehatan rambut dan kuku. Mempercepat metabolisme yang berarti pembakaran lemak yang lebih cepat pula.

Lemak-lemak saya di tempat lain seperti paha dan lengan masih menggelambir penuh kejayaan di tempatnya. Tapi ini lumayan jadi penyemangat saya untuk berusaha mengecilkan lemak di bagian-bagian lainnya.

Berikut saya daftar hal-hal saya rasakan setelah mengonsumi vitamin B complex selama seminggu lebih:

  1. Lebih bertenaga dan bervitalitas
  2. Lebih mudah fokus
  3. Anxietas/kecemasan berkurang secara signifikan
  4. Mengurangi nafsu makan
  5. Agak lebih susah tidur
  6. Mengurangi lemak

Vitamin yang saya konsumsi mengandung B1, B2, B6, B12, Calcium Pantothenate dan Nicotinamide. Ada juga yang mengandung asam folat dan bisa dibeli di apotek-apotek dengan harga terjangkau mulai Rp10,500-18,000-an.

Saya nggak mengatakan vitamin B complex adalah obat bagi Bipolar. Tapi saya bisa bilang vitamin B complex sangat baik untuk dikonsumsi sebagai pendongkrak vitalitas, terutama di kala depresi saat energi terasa terkuras, tidak bersemangat dan mudah lelah. Dan sangat membantu bagi yang lagi diet karena mampu mempercepat metabolisme.

Gambar Ilustrasi

Saya rasa semua orang suka ilustrasi. Terutama tulisan blog atau artikel pun bakal lebih bagus kalau ditunjang dengan gambar ilustrasi.

Sebenernya saya lebih suka jika bisa pake foto. Tapi saya nggak punya kamera yang bagus dan stok foto yang cukup untuk digunakan dalam tulisan. Jadilah membuat gambar sendiri.

cards
Untuk membuat gambar berbasis vector saya menggunakan Inkscape, sebuah program pengolah vector graphic mirip Corel, hanya saja lebih simpel dan mudah digunakan daripada CorelDraw.

Kadang saya langsung menggambar di Inkscape, kadang juga bikin sketsanya dulu di buku gambar.

sketsa

ilustrasi1

Menggambar itu kadang dimulai dengan rasa malas dan berlanjut dengan rasa penasaran untuk menyelesaikan. Imajinasi bisa dihidupkan jika kita mulai mencoba. Nggak masalah jika hasil awalnya sama sekali nggak nyambung dengan gambaran di kepala. Atau jika hasil akhirnya bukan yang paling baik. Tapi kita akan merasa puas karena sudah membuka wawasan dalam menggambar bentuk-bentuk baru. Coba saja terus sampai dapet sketsa yang sesuai keinginan kita.

normal billy
Selamat berkarya.

Passion

passion

Tulisan inspiratif mas Ryan yang ini sudah membuat saya bersenang-senang dengan visulisasi yang tujuannya adalah untuk menemukan passion atau hasrat. Seperti yang diinstruksikan dalam tulisannya, saya pun menutup mata dan membayangkan sebuah tempat yang nyaman dimana saya melakukan pekerjaan yang saya nikmati. Kemudian membayangkan melakukan pekerjaan itu di tempat yang tidak terlalu nyaman, apakah masih menikmati mengerjakannya?

Pertama-tama, saya sadar passion saya nggak jauh-jauh dari menulis. Saya kemudian membayangkan sebuah tempat di dekat alam terbuka, bisa jadi dekat sebuah danau, atau diatas perbukitan yang berangin. Saya menulis berbagai macam tulisan. Fiksi, non fiksi, hingga sekedar menulis dan membalas email.

Dan kedua, jika lingkungannya diubah menjadi tempat yang tidak begitu menyenangkan, saya melihat itu sebagai tantangan untuk mencari inspirasi tulisan dari tempat-tempat baru.

Mungkinkah terwujud visualisasi ini? Pastilah butuh usaha besar dan waktu yang panjang (bagi saya) untuk mewujudkannya. Bagaimanapun saya akan berusaha mencari cara untuk melebarkan jalan untuk passion saya ini. Karena memiliki passion itu seperti juga mencintai seseorang. Ada tahap perkenalan, eksplorasi hingga menemukan titik nyaman.

Jadi tidak ada kata terlambat untuk menemukan passion-mu dan menjalankannya dengan caramu sendiri. Itu adalah hak istimewa yang patut kita syukuri.

Apa passion-mu?

Disiplin Mental Sebagai Anak Tunggal Dengan Bipolar

disiplin mental

Hari ini 30 Maret 2014 ditetapkan sebagai HARI BIPOLAR SE-DUNIA. Tapi saya disini bukan mau cerita tentang Bipolar secara khusus. Melainkan sesuatu yang nggak kalah pribadi maknanya bagi saya, yaitu disiplin mental sebagai anak tunggal.

Mungkin ini salah satu efek menjadi anak tunggal: saya terbiasa berusaha melakukan semuanya sendiri.

Meski saya canggung secara sosial, sebagai orang yang terbiasa sendirian jujur aja saya masih suka punya penilaian yang agak nyinyir terhadap “ketergantungan” orang terhadap orang lain dalam kehidupan sosial. Karena kadang orang mudah terpengaruh dan menjadi lemah karena bergantung pada opini, tren dan standar orang lain.

Kadang saya berpikir kenapa orang nggak berusaha menyokong kebahagiaannya sendiri dengan memanipulasi atau menerapkan disiplin pada mental. Tapi akhirnya saya sadar, bahwa sebenernya saya yang memiliki mental yang lemah karena saya takut, nggak mau membiasakan dan akhirnya nggak mampu meng-handle berbagai jenis manusia, situasi dan keadaan.

Dalam situasi yang terlalu menyita emosi, saya bisa benar-benar pergi meninggalkan situasi dan tempat tersebut dan nggak kembali lagi. Saya lebih mudah berada di sekitar orang-orang yang “mampu menghargai dirinya sendiri” dalam arti orang-orang yang berhati besar yang mampu dan terbiasa menghandle orang-orang lemah dan insecure seperti saya.

Namun kebanyakan waktu saya lebih suka sibuk sendiri dengan pikiran sendiri. Kalau disimpulkan, mungkin saya bukan mencoba menerapkan disiplin mental, tapi saya hanya berusaha terlalu keras melindungi diri dan mengendalikan segalanya secara sadar karena takut gangguan mental saya mengacaukannya. Walau mungkin bisa juga dibilang sebaliknya, bahwa gangguan kejiwaan saya membuat saya lebih waspada terhadap tidakan-tindakan saya.

kognitif

Semua berawal dari pikiran.

Intinya, disiplin mental itu adalah kebiasaan yang sangat bermanfaat. Semua tindakan, kebiasaan dan perasaan berasal dari pikiran (lihat grafik diatas). Kita bisa mulai mengolah mental dari situ. Jika biasanya kamu gampang curiga atau patah hati jika hal-hal nggak terjadi sesuai keinginan, kamu bisa memikirkan kemungkinan lain dari situasinya yang lebih mendamaikan, supaya kamu bisa ngerjain hal lain yang lebih bermanfaat. Ingat aja, lebih baik merasa damai daripada merasa benar.

Apalagi jika kamu adalah rekan penderita gangguan kejiwaan. Jangan biarkan gangguan kejiwaan ‘mendefinisikan’ cara pandangmu. It’s not you. Karena pada dasarnya kita nggak pernah mau menyakiti atau membuat siapapun sedih.

Penyakit ini hanyalah ketidakseimbangan kimiawi di otak, trauma masa lalu yang tak lagi bisa menyentuh dan menyakitimu. Jangan biarkan dia menjadi kelemahan pribadi, meski dia ingin kita begitu. Sebaliknya, jadikan diri kamu ahli dalam menjinakannya.

Sementara itu, saya masih harus belajar hidup bersama orang lain.

WBD Logo

Jalan-Jalan Nyasar

jjn

Pikiran saya terasa berkabut. Padahal tidurnya udah kenyang kayak bayi (raksasa). Ini ngetik rasanya kayak nggak ngetik… Rada-rada takut juga ngalamin derealisasi lagi. Tapi mungkin ini efek “Alpra” yang saya minum malam harinya.

Sebenarnya dua obatan yang tersisa mau disayang-sayang, disimpen-simpen buat keadaan darurat aja. Tapi kenyataannya kondisi saya memang masih gampang nggak stabil. Saya cuma nggak mau berakhir bikin ‘kerusuhan’ apalagi melakukan hal nggak menyenangkan terhadap orang lain.

Malem Kamis saya pergi keliling naik motor, seperti biasa kalau saya lagi nggak betah di rumah atau galau de es be. Kalo kali ini sih karena lagi sensi banget sama suara keras. Gara-gara episode manik nih. Jadinya saya gampang kesel kalo ada suara-suara orang yang ngobrol keras banget sampe kedengeran sak-kampung. Hadeh. Tapi saya ngerti kok yang paling pantas disalahkan itu ya kondisi saya, toh nggak mungkin kita maksa ngubah cara bicara orang lain.

Sedikit ‘info penting’, kalau di jalan saya itu salah satu orang yang suka nyanyi-nyanyi atau ngomong-ngomong sendiri. Nyanyi; lagu barat, lagu durmo; ngapalin dialog dari film, sampe praktek sesi pelajaran bahasa Norsk yang saya pelajari iseng (iseng banget) dari Internet (Hvordan går det, bloggers?). :)

Kadang saya pergi beberapa jam, kadang sampe tengah malem kalo energi cukup. Dan saya jarang banget berhenti, kecuali kalo sesak pipis trus berhenti di toilet pom bensin. Atau pas mau pulangnya, kadang saya mampir ke minimarket jajan kopi instan buat stok di rumah, buat meneruskan malam-malam tanpa tidur setelah jalan-jalan galau.

Sebenernya sih cerita ini mau dihubung-hubungkan sama topik yang lebih rada serius. Tapi saya nggak mau pembaca (atau saya sendiri) bosen. Jadi mungkin akan saya tulis untuk postingan berikutnya.

Sementara itu, siapa yang suka jalan-jalan? Pasti seru kalo yang hobi fotografi, jalan-jalan buat bikin gambar bagus. Atau jurnalis buat nemuin cerita menarik. Atau yang hobi traveling secara spontan.

Saya harap saya bisa jadi salah satunya. Atau kesemuanya.