Buta (Warna)

Pick a random word and do Google image search on it. Check out the eleventh picture it brings up. Write about whatever that image brings to mind.

http://dailypost.wordpress.com/2012/10/30/daily-prompt-5/

Jadi, saya memilih kata “buta” lalu mencari gambarnya di Google, dan gambar ke-11 adalah gambar seperti ini:

Tentunya saya familiar dengan gambar diatas karena dulu di sekolah pernah diadakan tes buta warna. Cuma lucunya, pas giliran saya malah dilewatin, entah tidak sengaja atau bagaimana saya nggak tahu. Mungkin bapak yang menjalankan tes itu nggak ngeh lagi karena capek keliling kelas mengetes satu-satu murid.

Saya merasa antara lega dan bingung. Lega karena jadi nggak ketahuan deh kalo saya buta warna. 😆 Bingung karena ya itu tadi, kok bapak itu nggak inget sama saya mentang2 saya duduk paling ujung, sementara temen sebangku saya dapet giliran.

Saya nggak tahu saya ini buta warna tipe seperti apa. Misalnya melihat gambar diatas, saya tahu ada angka 12 disitu, tapi saya nggak bisa bilang itu warna apa. Apakah abu-abu, merah, oranye atau hijau (ragu-ragu).

Buta warna saya (mungkin) lebih dipengaruhi wawasan tentang warna yang sangat sempit. Selama ini saya berlatih dengan mencoba mengingat-ingat tiap jenis gradasi warna, yang ini termasuk warna apa, warna ini mirip warna benda apa yang pernah dilihat, dst… Jadi menggunakan cara berpikir asosiatif dengan menghubung-hubungkan dan mengingat, karena nggak bisa langsung bilang dengan tepat itu warna apa.

Kalo ketahuan buta warna itu ya memang malu, makanya sebisa mungkin saya jangan sampe ditanya orang tentang warna sesuatu.

Bagaimana ya cara supaya bisa cepat mengenali warna? 🙂

gambar: rasyid14.wordpress.com

Lukisan?

Kadang-kadang saya mencoba melukis, walau saya tahu hasilnya jauh dari bagus, dan walau saya sadar saya sedikit buta warna.

Fire Lily

Saya nggak yakin apakah bunga ini ngambang di kolam atau terjebak di lorong waktu.

The Sun

Yang ini sebenarnya adalah hasil dari sisa cat. Saya belum bisa bikin gradasi warna dengan benar.

Interfector

Interfector artinya “pembunuh” dalam bahasa latin (ben nggoyo sitik judule hehe). Saat itu saya kepingin bikin cerita ala action kriminal, tapi akhirnya nggak jadi karena saya nggak sanggup nulisnya. Akhirnya ide itu tertuang juga dalam cerpen saya yang ini (Fiksi) Jarak walau ide ceritanya jadi berubah.

Apakah kamu suka melukis?