Sejuta Kisah Para Malaikat

Sedikit latar belakang, akhir bulan Januari, umm tepatnya sih 1 Februari dini hari, aku selesai membaca novel Wormwood karangan G.P. Taylor.

Novel fantasi ini menceritakan tentang sebuah buku ‘sakti’ bernama Nemorensis yang memiliki informasi ramalan tentang sebuah komet yang akan menghantam bumi.

Aku nggak akan ulas banyak tentang buku ini. Intinya, novel ini bercerita tentang pertempuran antara malaikat dan iblis di dunia manusia, dan juga tentang bagaimana sifat manusia yang cenderung keasyikan dengan sains dan teknologi hingga lupa dengan Tuhan. ๐Ÿ˜•

G.P. Taylor (image: faber.co.uk)

Nah, dalam novel itu terdapat beberapa karakter malaikat. Dan ketiganya memiliki sifat dan watak yang berbeda-beda.

Di buku ini, G.P. Taylor menggambarkan ciri fisik malaikat tidak jauh beda dengan manusia, kecuali, tentu saja, memiliki sayap dan kekuatan lebih. Selain ciri-ciri fisik, malaikat juga digambarkan bisa memiliki rasa jenuh terhadap pekerjaannya dan dapat jatuh dari ‘keagungan’-nya karena terpesona oleh kehidupan di bumi.

Sikap malaikat terhadap “atasannya” alias Tuhan juga nggak kelewat slengean atau kasar seperti dalam film atau serial Barat pada umumnya (mungkin karena novel orang Inggris). Terdapat sebutan-sebutan semacam Yang Abadi terhadap Tuhan, tanpa merujuk pada agama tertentu.

Salah satu kelebihan yang mencolok dari malaikat pada cerita ini adalah kemampuan membaca pikiran dan masa depan. Dan khusus bagi malaikat tingkatan tertinggi, darah yang keluar dari tubuhnya, walau cuma setetes bisa membunuh/membakar. Mereka juga mampu mengubah makhluk mistik lain menjadi monster dan dijadikan seperti hewan peliharaan. Wew.

Malaikat

Referensi mengenai malaikat di dunia nyata yang aku tahu, mungkin cuma yang diajarkan sejak kecil dalam pelajaran-pelajaran agama Islam.

Dikutip dari Wikipedia, secara etimologi Malaikat berasal dari kata Arab malak yang berarti kekuatan.

Malaikat tercipta dari cahaya dan percaya akan adanya Malaikat merupakan bagian dari Rukun Iman. Berikut daftar nama-nama serta tugas para Malaikat:

  • Jibril – Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
  • Mikail – Membagi rezeki kepada seluruh makhluk.
  • Israfil – Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.
  • Munkar dan Nakir – Memeriksa amal manusia di alam barzakh.
  • Izrail – Mencabut nyawa seluruh makhluk.
  • Ridwan – Menjaga pintu syurga.
  • Malik – Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka.
  • Zabaniah – 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.
  • Hamalat al ‘Arsy – Empat malaikat pembawa ‘Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.
  • Harut dan Marut – Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.
  • Darda’il – Malaikat yang mencari orang yang berdo’a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.
  • Hafazhah (Para Penjaga):
  • Kiraman Katibin – Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal manusia.
  • Muโ€™aqqibat – Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.
  • Malaikat Qarin – Malaikat pendamping manusia dari lahir hingga ajalnya, bertugas membisikkan hal-hal kebenaran dan kebaikan.
  • Arham – Malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan rejeki, keberuntungan, ajal dan lainnya pada 4 bulan kehamilan.
  • Jundallah – Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan.
  • Ad-Dam’u – Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.
  • An-Nuqmah – Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.
  • Ahlul Adli – Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.
  • Ar-Ra’d – Malaikat pengatur awan dan hujan.
  • Malaikat Berbadan Api dan Salju – Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.
  • Penjaga Matahari – Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.
  • Malaikat Rahmat – Penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.
  • Malaikat `Adzab – Pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.
  • Pembeda Haq dan Bathil – Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.
  • Penentram Hati – Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.
  • Penjaga 7 Pintu Langit – 7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.
  • Pemberi Salam Ahli Surga – Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.
  • Pemohon Ampunan Orang Beriman – Para malaikat yang terdapat disekeliling ‘Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.
  • Pemohon Ampunan Manusia di Bumi – Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.
  • Pengatur Urusan Dunia – Malaikat yang mengatur urusan manusia didunia.

Dalam surah Faathir 35:1 Malaikat dikatakan bisa memiliki 2, 3 atau 4 sayap atau bahkan lebih. Jadi sangat berbeda dengan gambaran Malaikat yang selama ini muncul di film atau serial TV yang sering memiliki sepasang sayap.

Foto yang diduga penampakan “Malaikat” diatas Ka’bah pada tahun 2008. (image: http://cuteislam.blogspot.com)

Mata manusia tidak dapat melihat wujud Malaikat karena Malaikat terbuat dari cahaya, sementara manusia terbuat dari tanah liat. Beda zatnya, bro. ๐Ÿ˜Ž Kecuali manusia-manusia spesial seperti Nabi dan Rasul. (Jadi bagaimana dengan gambar disamping ini: real or hoax?)

Malaikat juga disebutkan memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya. Sehingga mereka dapat pergi kemana saja di bumi ini dengan secepat kilat.

Namun, Malaikat tidak memiliki nafsu seperti jin dan manusia. Mereka selalu beribadah dan berdzikir kepada Allah, sambil menjalankan tugasnya masing-masing.

Ilustrasi jatuhnya Lucifer dari surga. (image: en.wikipedia.org)

Sementara, dalam ajaran Kristen, Malaikat merupakan utusan Tuhan yang menjalankan rencana-rencana-Nya bagi dunia dan umat manusia. Dalam bahasa ibrani mal’akh juga berarti “utusan”. Selaian utusan, para Malaikat juga disebut sebagai penjaga, tentara langit, bala tentara surgawi atau bala tentara Tuhan.

Selain itu, juga ada sebutan the fallen angel atau Malaikat yang jatuh dan kemudian menjadi iblis. Dalam agama Kristen mungkin lebih dikenal dengan nama Lucifer. Sementara dalam Islam, Ifrit atau disebutjuga jin Ifrit adalah seorang jin yang yang dilempar dari surga karena ia menolak tunduk pada Adam a.s.

Penggambaran Malaikat dalam cerita fiksi

Castiel, karakter malaikat dalam serial Supernatural. (image: movieweb.com)

Memang selalu menarik melihat gambaran-gambaran kreatif tentang Malaikat di film-film atau komik. Tiap orang/seniman punya visi yang brbeda-beda tentang bagaimana wujud malaikat yang menarik menurut versi mereka.

Beberapa mungkin menonjolkan sisi keindahannya, keanggunan serta kemuliannya. Sebagian lagi mungkin lebih menonjolkan kekuatan dan sisi mistik yang dimilikinya.

Bahkan aku sendiri pernah berperan jadi malaikat loh. ๐Ÿ˜† Ceritanya pas memperingati acara Isra’ Mi’raj di sekolah, aku dan teman-teman di ekskul teater SMAN 3 Medan memainkan sebuah drama pendek yang menggambarkan seorang manusia yang mengalami siksaan di alam kubur. Dan aku memerankan salah satu dari Malaikat Munkar dan Nankir. Aku berdua sama temenku tampil dengan mengenakan jubah hitam, make up (tanpa sayap :lol:) plus ‘cambuk sakti’ yang udah disiapin/dibuatin Bapakku jauh-jauh hari buat ‘menyiksa’ temanku diatas panggung. ๐Ÿ˜†

Aku bisa bilang dengan pede bahwa penonton berhasil tergetar alias thrilled! berkat akting meyakinkan dari temenku si Fitri dengan jeritan histerisnya (yang mungkin hampir mengalahkan Dakota Fanning :mrgreen:) ketika adegan penyiksaan di alam barzah. Bahkan pas selesai acara, temen-temen sampe pada nanyain apa aku beneran pas nyambukinnya? ๐Ÿ˜ฏ

Tapi aku nggak bisa bilang bahwa karakter Malaikat yang digambarkan sadis dalam drama tersebut, meskipun aku sendiri yang memerankan, ๐Ÿ˜ณ bukan karakter Malaikat favoritku.

image: ugo.com

Penggambaran Malaikat yang ‘menggelitik imajinasiku’ ada pada sosok Gabriel dalam filmnya bang Keanu Reeves, Constantine. Ada yang tahu atau inget sama film itu? Kemaren-kemaren lumayan sering diputer di Bioskop TransTV. Tapi sekarang sih kayaknya belum pernah diputer lagi.

Aku suka gambaran Malaikat dalam film itu, selain karena desain kostumnya, tokoh Gabriel yang digambarkan “jahil” itu diperankan oleh aktris wanita asal Inggris, Tilda Swinton. Itu lho, tante berwajah pucat yang jadi ratu Jadis di Narnia. How cool is that? ๐Ÿ˜€

Selain itu, di akhir film, ada adegan ektra dimana Chazz yang diperankan Shia LeBeouf (Transformers) tengah bertengger diatas batu nisan, lalu kemudian meluncur terbang dengan sayap besar keabu-abuan yang tampak sangat keren. Rupanya arwahnya didaulat menjadi Malaikat setelah sebelumnya, dalam cerita, ia tewas terbunuh.

Coba bandingkan dengan gambaran Malaikat atau bidadari dalam tayangan televisi di Indonesia. Mungkin masih terbilang ‘standar’ bahkan dalam kemunculannya kembali dalam sebuah sinetron sejak era Lala dan Ibu Peri mewarnai masa kecil Marshanda. Padahal kita bisa berharap ada inovasi dalam sisi imajinasi cerita-cerita layar televisi, dalam hal ini, tampilan sosok Malaikat atau ibu peri.

Karakter ibu peri atau bidadari biasanya selalu lekat dengan gaun satin putih dan sayap besar berbulu putih yang ‘statis’. Menurutku itu agak merepotkan, terutama bagi si pemain yang harus mengenakan kostum yang sama untuk setiap adegan.

Yah mungkin nggak harus meniru plek Malaikat-Malaikat versi hollywood. Tapi setidaknya kita mengharapkan karakter-karakter esensial dengan tampilan yang lebih segar dan tetap menarik.

Jujur sih referensiku tentang Malaikat sama sekali tidak banyak. Jadi aku serahkan selebihnya pada pengetahuan dan minat kamu masing-masing, tentang bagaimana sih penggambaran sosok Malaikat (fiksi) yang ideal menurutmu? Apakah ia harus ‘indah’? Atau penuh kekuatan ajaib dan selalu siap bertempur?

Ohya, gambar dibawah ini adalah hasil editanku yang tak seberapa ๐Ÿ˜ณ tentang penggambaran sosok Malaikat perang yang terinspirasi dari Malaikat Jundillah.

[gambar dihapus untuk menjaga toleransi]

Update: Tadinya cuma mau bahas sedikit tentang malaikat setelah membaca novel Wormwood. Tapi maaf kalau saya dianggap sedikit melewati batas atau membicarakan Malaikat ciptaan Allah terlalu bebas. Penggambaran malaikat yang diceritakan diatas adalah gambaran dari berbagai cerita fiksi. Saya bersama tulisan ini tidaklah memiliki kearifan agama yang memadai. Karena itu saya berterimakasih untuk masukan dan nasehat yang ada yang memberikan saya pemahaman. Semoga apapun yang saya tulis disini ada manfaatnya walau sedikit. ๐Ÿ˜‰