5 Tanda Kamu Kesepian Kronis

kesepian kronis

Berikut 5 tanda kamu mengalami Kesepian Kronis. (Sebenernya ini agak-agak nggak penting banget tapi yah lumayan buat nambah-nambah postingan ha.)

1. Lintasan Mood

Ketika kamu menderita kesepian kronis, kamu menghadapi lintasan mood seorang diri. Ketika mood kamu cuma pengen ngeremin telor alias diem nggak beraktivitas, kadang kamu berharap ada yang nanya kenapa kamu diem aja dan nggak kemana-mana. Tapi kamu juga terlalu malas untuk mencari seseorang yang peduli. Ketika kamu gelisah nggak bisa diem dan mood-nya selalu pengen ngelakuin sesuatu, itu bisa sangat menyiksa karena kamu nggak punya siapa-siapa untuk bisa diajak menyusun jadwal atau rencana kegiatan. Paling bagus ujung-ujungnya kamu jalan-jalan sendirian di mall, trus mendadak statis bak patung saat browsing-browsing celana dalem dan mempertanyakan makna eksistensimu.

2. Penampilan

Kamu berhenti memerhatikan penampilan diri. Kamu mungkin bakal makan sesuka kamu, sebanyak atau sesedikit yang diinginkan mood. Kamu bisa jadi kegemukan atau malah kekurusan. Rambut kamu dibirkan mbiak-biak kayak Suketi baru bangkit dari kubur. Kamu juga berhenti pake parfum, dandan dan membeli pakaian baru, karena kamu nggak tahu mau menunjukkan itu semua sama siapa. Rasanya nggak ada gunanya, jadi ya, prinsip “jadi diri sendiri” berarti lepas tanggungjawab terhadap penampilan dan jadi apa adanya seperti saat kamu masih bayi (yang berarti kemungkinan kamu juga seliweran di rumah tanpa busana [semoga nggak]).

3. Percakapan Imajiner

Ini satu hal yang mungkin agak aneh tapi terjadi pada saya sendiri. Kamu mungkin bakal mulai banyak bicara sendiri di dalam pikiranmu. Terkadang cuma monolog, terkadang seolah bicara dengan seseorang, yang bisa jadi orang khayalan atau seseorang yang kamu kenal seperti teman atau saudara. Dan setiap kamu melakukan tindakan tertentu, kamu akan berfantasi orang itu meminta penjelasan pada kamu mengapa kamu melakukan apa yang baru saja kamu lakukan. Dan kamu akan mulai menjelaskan panjang lebar alasan dan motivasi dari tindakanmu. Silahkan terkikik geli atau mengernyit tapi itulah yang saya lakukan hampir setiap hari. (Oh God I need friends.)

4. Semakin Introvert

Kamu merasa semakin introvert setiap harinya. Dan ketika dihadapakan pada situasi sosial, kamu merasa kemampuan kamu dalam berinteraksi dengan orang lain telah banyak berkurang. Kamu jadi mudah gugup, nggak fokus dan susah nyambung sama obrolan. Apalagi kalau orangnya ngobrol soal hal-hal sederhana tentang dunia nyata seperti pekerjaan, tempat/lokasi/alamat, cuaca, dan sebagainya.

5. Merindukan Sisi Komedi Dari Konsep Kesepian

Kalo dulu kamu bisa bilang dengan setengah bercanda, “Buat apa gaul banyak-banyak, ane udah punya temen kok, dua orang.” atau “Ane males keluar. Ada manusia diluar sana.” Sekarang kamu cuma bisa nyengir-nyengir merindukan saat komentar-komentar kamu itu terasa lucu dan imut. Karena saat ini kamu nggak yakin lagi apa yang kamu inginkan. Pengen punya temen banget, tapi kemampuan bersosial kamu terlanjur menurun dan kamu takut cuma bakal bikin suasana jadi garing atau canggung, dan akhirnya temen kamu nggak menikmati kehadiranmu. Ujung-ujungnya kamu malah mengecewakan diri sendiri dengan ‘performa’ yang buruk.

Kamu adalah jiwa malang yang tangguh dan mandiri

Tapi tidak ada kata terlambat untuk melatih kembali artikulasi pikiran dan tubuhmu agar kembali siap bersosialiasi. Kamu bisa mulai menarik satu atau dua temen untuk menemani kamu di rumah atau kosan. Buat rencana untuk main bersama yang santai dimana mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau tapi hasilnya bisa dinikmati sama-sama. Misalnya masak bareng, nonton DVD bareng, dan sebagainya.

Takut gagap atau salah ngomong? Berlatihlah dengan membaca dengan bersuara lantang seperti saat berlatih pidato. Menyuarakan ide atau pikiran bakal membantu kamu menaruh kepercayaan pada dunia luar di sekitarmu sehingga kamu nggak akan canggung atau ragu-ragu lagi.

Salah satu faktor yang membuat kamu gugup adalah kamu selalu takut kamu tidak siap ketika orang lain menginginkan sesuatu darimu. Modifikasilah pemikiran itu. Berpikirlah “selalu siap menerima” dan bukannya “harus siap melayani” ataupun “selalu meminta”. Kenali dan hargai kehendakmu sendiri demi kebahagianmu sendiri. Hargai pula hak dan kebahagiaan orang lain.

Selain masih bisa bersenang-senang dengan teman-teman, kamu akan selalu dikenal sebagai orang yang mandiri dan menjadi sosok yang menguasai baik dunia nyata maupun dunia imajinasi. 😉 Dan siapa tahu di masa depan kamu akan jadi sosok yang diandalkan teman-temanmu ketika mereka butuh pertolongan atau ‘pundak untuk menangis’.

Ada lagi ciri-ciri orang kesepian? Jangan lupa klik Suka, komen dan +Ikuti karena…yah itu bikin saya seneng. *tepok jidat pake piring terbang*