Hantu Siluet Joget-Joget

“Think about an event in your life that you will always remember. Write a story about what happened.” –Β jc-schools.net

Sebenernya kejadian ini terbilang absurd, tapi entah kenapa saya sulit melupakannya.

Jadi suatu malam, saat saya masih kecil, saya asumsikan malam Minggu karena di rumah salah seorang teman kami sedang mengadakan pesta. Biasa, panggung dangdutan.

Saya dan beberapa temen lainnya sedang berjalan bergerombol lewat di depan dua rumah di samping lokasi pesta. Waktu itu masih banyak pohon tinggi-tinggi di sekitar rumah-rumah.

Diantara dua rumah itu ada sebuah dinding yang menghubungkan keduanya, tapi letaknya di belakang. Kira-kira ilustrasinya begini (niat banget ya sampe bikin gambar):

Yah kira-kira begitulah gambarannya. Nah, di dinding yang sedikit itu temen saya ngelihat hantu! Ya, hantu. Saya nggak punya deskripsi yang lebih baik lagi. Pokoknya di dinding itu ada bayangan siluet bercahaya warna kuning (atau ijo ya…maklum buta warna) berbentuk PEREMPUAN LAGI JOGET-JOGET! Random? Sangat! Bahkan jika saya coba cerna sekarang pun, kejadian itu masih terasa kayak nggak masuk akal bagi saya.

Saya inget bentuk hantu siluet itu seperti perempuan berambut pendek (seperti potongan rambut laki-laki), tapi tetep ada bentuk dada ceweknya πŸ˜› , dan kalo dipahami seperti nggak pake baju. Si ‘hantu’ itu joget-joget sambil menghadap ke arah pesta yang meriah mengumandangan musik-musik dangdut.

Jujur saya yang paling nggak berani ngeliat hantu itu. Sementara temen-temen saya, padahal masih kecil-kecil, tapi berani deket-deketin dengan gaya menggoda. “Haaa…” lari trus menjauh lagi sambil ketawa-tawa. =.=’ Sementara saya dag-dig-dug di belakang. “Ayo Il ayo Il… nggak apa-apa…” saya ditarik-tarik sama temen saya.

Akhirnya, setelah beberapa lama saya nekad berani ngeliat. Dan setelah ngeliat cukup jelas saya langsung lari pulang ke rumah. Ketakutan setengah idup.

Boleh percaya boleh enggak sih. Yang pasti pengalaman ini nggak akan pernah saya lupakan sebagai pengalaman yang absurd dan super random, beyond imagination lah.

Apa pengalamanmu yang tak terlupakan?

Kejadian & Pengalaman Unik Semasa Sekolah

Sekolah emang gudangnya pengalaman yang mengesankan hingga tak terlupakan. Ketika hari ini kita bertemu kawan-kawan lama, duduk lalu mengobrol seputar ini-itu, dan sampailah pada cerita-cerita masa lalu, hampir pasti akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan sekolah.

Kejadian-kejadian yang mau kuceritakan dibawah ini mungkin masih terbilang tipikal alias banyak terjadi pada SISWAers lainnya. Tapi ada juga beberapa yang mungkin tidak biasa, “jarang-jarang” ❓ dan bahkan…memalukan. 😳

Patricia

image: librarising.com

Kalo kamu di SMP angkatan 2000-an awal, pasti tahu ada serial telenovela Yo Soy Betty, la Fea. Nah kalo kamu cukup apal sama karakter-karakter utamanya, mungkin ingat dengan salah satu tokoh antagonis yang ‘menonjol’ karena keseksiannya, Patricia.

Waktu serial itu diputer, aku masih duduk di kelas 1 SMP. Di akhir-akhir tahun ajaran itu, aku sempet lumayan terpesona oleh salah seorang temenku, cewek yang menurutku mirip-mirip sama Patricia… 😳 Kecuali temenku ini lebih cantik-manis dan penampilannya nggak seseronok Patricia. :mrgreen: Satu-satunya hal ‘seksi’ yang sering dia lakukan adalah menggulung lengan kemeja seragamnya hingga menunjukkan lengannya yang putih mulus. Hihiy… Cuit cuit… πŸ˜›

Menurutku dia, sebut saja inisialnya, Melanie (d’oh!) cantik dan sensual. πŸ˜› Walau mungkin saat itu aku belum ngerti bilangnya. Tapi yang jelas aku ‘suka’ sama dia. Baik secara kepribadiannya yang luwes dan ramah, maupun secara yah bisa dikatakan monkey lope-nya anak abege lah. Xixixi. :mrgreen:

Gempa

Nah pas kelas 3, suatu hari tiba-tiba terjadi gempa. Gempanya nggak kuat sebenernya, tapi itu adalah pertama kalinya aku ngerasain gempa secara sadar. Waktu itu sekitar tahun 2003. Jadi ini sebelum gempa-tsunami Aceh.

Aku inget waktu itu lagi pelajaran olahraga. Tapi pas belajar teori, jadi lagi di dalem kelas semua. Saat mulai terjadinya gempa, seperti banyak dirasakan orang lain aku ngerasa kayak pusing. Aku sempet mikir jangan-jangan aku mau demam. Eh rupa-rupanya semua juga merasakan. Bisa dibayangin gimana rusuhnya ketika guru olahragaku yang lumayan tinggi-kekar menginstruksikan (dengan sama paniknya dengan anak-anak muridnya) untuk segera keluar dari kelas.

Saking paniknya, aku sampe narik rambut temen cewek yang lagi lari di depanku. πŸ˜† Di depan teras kelas itu ada selokan, jadi aku spontan meraih apapun yang ada di depan supaya nggak kejeblos.

Dan ini adalah satu hal yang sering dilakukan orang ketika terjadi gempa: semua orang memandang langit. Gak terkecuali guru olahragaku yang ngeliatin langit sambil baca-baca doa yang aku nggak ngerti.

Tapi ada yang lebih super dari peristiwa itu. Dari seluruh ruangan di sekolah, cuma satu kelas yang sama sekali nggak berlarian keluar seperti yang lainnya, baik guru maupun murid-muridnya. Malah kegiatan belajar di kelas itu terus dilanjutkan dengan normal, seperti tidak terjadi apa-apa. 😯

Kelas itu adalah kelas 3-5, kelas ‘unggulan’.

Mungkin itulah ya bedanya orang pintar dengan orang kurang-pintar seperti yang lagi cerita nih *menyodok pipi dengan lidah ke kiri-bawah*. Orang pintar nggak lantas ‘heboh’ dengan hal-hal yang tidak perlu. Mungkin, dengan kejeniusan guru dan murid-murid di kelas itu, mereka sudah bisa memperhitungkan besar kekuatan gempanya sehingga mereka nggak takut celaka karena kelasnya ambruk atau apa. Dan nyatanya gempa itu memang nggak besar dan hanya berlangsung sebentar.

Dengan kekuatan otak, akan menghitungmu! JEDAG! *menyatukan kepala beramai-ramai* Hm… Mungkin ilustrasinya kurang tepat… πŸ˜•

‘Tersentuh!

Kembali ke saat pertama kali masuk SMP. Yaitu saat MOS pertama dalam hidupku. Halah-halah… πŸ˜€

Sebenarnya kejadian ini sangat, sangat, sangat memalukan. 😳 Tapi sekaligus terlalu menarik untuk tidak dibagikan. πŸ˜†

Salah satu kegiatan MOS saat itu adalah kita main kayak…gimana ya bilangnya. Pokoknya matanya ditutup dan kita harus ngeraba-ngeraba sampai menyentuh orang yang sudah ditentukan, dengan bantuan arahan dari temen-temen tim kita. Sederhana kan.

Tapi yang bikin ‘tidak sederhana’ itu adalah pas giliranku dibutakan dan harus mencari seseorang yang tepat. Halah. Orang yang harus kutemukan itu adalah seorang cewek, yang kebetulan aku kenal karena satu SD.

Mungkin udah bisa kebayang apa yang kemudian terjadi. Ya, aku tanpa sengaja nyentuh bagian dada temenku itu yang langsung disambut dengan sorakan dan tawa ngakak yang meledak-ledak.

Karena tahu ada yang nggak beres aku langsung buka penutup mataku dan melihat ekspresi kecut yang samar di wajah anak itu. Dia berdiri terpaku di depanku dengan pose seperti habis menyilangkan tangan di depan dadanya. Ke-random-an macam apa itu coba?? πŸ˜†

Sejak kejadian itu aku terus diledekin soal ‘kontak dengan benda asing itu’ dan setiap kali, aku harus menahan malu yang menusuk-nusuk kalbu. Halah…

Tapi makin random lagi ketika kemudian diketahui bahwa temenku yang cewek itu, lama nggak masuk sekolah karena ternyata dia mau segera nikah! Ya, nikah. Ini adalah kedua kalinya aku mengetahui temen sebayaku, cewek, menikah di usia yang sangat muda. Miris dan amat, amat disayangkan… 😦

Awan yang menjadi terkenal

Kalo diingat-ingat, masa SMA adalah masa dimana ada lebih banyak lagi kenangan yang tidak bisa dilupakan, dari yang indah-indah sampai yang mengecewakan. Dari yang unyu sampai mematahkan hati. Hahay… πŸ˜€

Kalau diibaratkan, SMA sudah seperti sebuah kehidupan alternatif disamping kehidupan nyata di rumah atau luar komplek sekolah.

image: myquran.org

Kalau soal kegiatan dan teman-teman mungkin ada banyak pengalaman yang serupa. Tapi kalau yang satu ini nih terbilang unik.

Terlepas dari tanggapan-tanggapan subjektif yang kemungkinan muncul, yang jelas kejadian ini sempat menjadi berita yang lumayan ‘terkenal’, nggak terkecuali hingga merambah dunia maya. πŸ˜€ Mungkin ada yang pernah baca beritanya meski hanya selentingan. Berita tentang awan yang berbentuk mirip lafadz Muhammad diatas sekolahku tercincha, SMAN 3 Medan.

Aku tekankan bahwa ini sama sekali bukan hoax atau rekayasa. Aku sendiri menyaksikan dengan kepala mataku (eh bukannya kebalik, tong…). Tapi kalau soal percaya atau enggak, itu kembali ke keyakinan masing-masing. πŸ™‚

Aku inget hari itu adalah hari Senin dan kita semua baru aja selesai upacara. Aku nggak inget tanggal persisnya. Tapi yang jelas saat itu aku udah kelas 3 (XII) alias sekitar tahun 2005-2006. Salah satu temen deketku juga ikut mengambil foto itu dengan kamera hapenya. Dia pula yang kemudian meneruskan file foto itu ke pihak sekolah dan akhirnya, sampai ke headline koran besok-besoknya, hingga, seperti yang kubilang, diangkat di berita-berita online. Asek… 😎

Sesuatu bangetlah ketika ngeliat sesuatu di Internet dan ternyata itu adalah hal yang sama kita lihat dengan mata kepala sendiri. Unyu-unyu gimana gitu… πŸ˜›

Mungkin masih banyak lagi hal-hal unik yang terjadi semasa aku bersekolah. Tapi saat ini aku nggak bisa inget yang bener-bener menonjol, dan aku juga nggak mau bikin pembaca bosen karena ceritanya kepanjangan. Jadi, segini aja dulu cerita yang rada-rada random ini. :mrgreen:

Ini ceritaku, yang mahal, banyak kan…? πŸ˜›