Berbagai Posisi Tidur

Namanya orang tidur pasti posenya macem-macem ya. Kadang kita tidur telentang, telungkup, menyamping, mulut agak terbuka ๐Ÿ˜† kaki agak ngangkang, ada yang ngorok, ada yang sambil ngigau…

Kalau menurut anjuran Rasulullah SAW, beliau tidur dengan menyamping ke arah kanan dengan menggunakan kedua tangan sebagai alas kepala/bantal. Dan dianjurkan pula agar tidur menghadap kiblat, untuk mengingatkan kita bagaimana nanti kita di alam kubur tuh.

Terkadang suasana juga memengaruhi posisi tidur. Kalo lagi hujan, kayaknya enaknya tuh tidur telungkup, selimutan trus meluk guling dengan erat. Kalo di sekitar ada suara berisik, enaknya tidur sambil nutup kuping pake guling. ๐Ÿ˜† Atau, kalau saya, langsung pasang headphone dan muter film kartun. Baru nantinya pas udah terlelap disuruh “matiin tuh” sama Mamak saya. Dalam keadaan ngantuk, saya cuma pencet ‘spasi’ supaya kartunnya ter-pause, trus langsung tutup laptop, membiarkannya dalam posisi stanby. Gimana laptop nggak lekas rusak! ๐Ÿ˜†

Ada yang tahu posisi tidurnya sendiri nggak? Atau pernahkah kamu liat pose tidur yang lucu atau unik?

Hujan-Hujan Begini

Selama seminggu setelah obat-obat saya habis pol, saya bener-bener nggak bisa tidur normal. Rasanya gelisah terus setiap hari. Perut mules dan pikiran serta mood tidak keruan. Tapi saya merasa JAUH lebih lega setelah curhat dengan Mamak saya. ๐Ÿ˜‰

Akhirnya malam ini pun saya menyerah berusaha tidur malam. Walau terus ‘ditempeli’ perasaan gelisah atau restless yang tidak mau hilang.

Sebenarnya tadi pengen nonton film-film koleksi lama. Saya sempat lumayan hobi mengoleksi VCD dan DVD. Tapi DVD-Drive laptop saya udah nggak sanggup membaca CD apapun. Dengan sadisnya dia nge-reject sendiri pas saya masukin VCD Looney Tunes: Back In Action. ๐Ÿ˜ฅ Entah kenapa bisa begitu.

Akhirnya dengan putus asa saya kembali nonton koleksi yang udah ada di hardisk. Saya pun nonton Green Lantern sambil makan nasi pake tumis kangkung (nggak ada popcorn).

Hujan diluar turun deras, walau sekarang sudah mulai mereda. Tapi saya harap sih hujan kembali deras supaya bisa membantu saya tidur atau paling nggak, ya biar suasananya ayem (nyaman) aja. Kan enak kalo hujan-hujan begini sambil ngelaptop atau ngemil, ataupun nonton TV.

Fokus saya lagi kurang bagus buat nerusin baca novel Daughter of Fortune-nya Isabel Allende. Mau makan udah kenyang. Tapi masih pengen ngemil yang ringan-ringan.

Tadi saya senang sekali bisa hujan-hujanan sambil naik motor saat pergi menyetor deposit pulsa. Kakak yang jaga sampe mengomentari saya yang hujan-hujanan. Saya cuma bisa bilang “iya” sambil ketawa garing.

Sebenernya saya pengen bisa lebih akrab dengan kakak itu. Apalagi saya setor deposit di tempat itu udah lumayan lama. Tapi saya nggak tahu mau ngomong apa ke dia. Saya selalu takut kalo dia menganggap saya aneh dan membenci saya. Dia membuat saya ingin menjadi pemuda yang lebih baik. Hloh, hloh, kenapa jadi ngomong gini. ๐Ÿ˜†

Ohya entah kenapa seharian ini nafas saya berasa asam dan bau. Haha. Sepertinya ada yang salah dengan mulut atau pencernaan saya.

How’s your day?

gambar: http://prieblandoje.blogas.lt; herocomplex.latimes.com

Komik (Lagi)

(Lagi-lagi) komik yang dibuat di situs makebeliefscomix.

Sebenernya saya pengen posting tapi, selain idenya kurang penting, sekarang saya masih pengen banget tidur. Soalnya jadwal tidur saya bergeser ke jam-jam yang sangat tidak tepat, mengakibatkan saya sering kurang tidur.

Ini udah nenggak obat flu karena idung agak-agak pilek juga. Semoga saya bisa tidur dengan sukses malam ini, moga-moga bisa sampe pagi biar sekalian geser jadwal tidur ke jam-jam normal. Well good night.

Fiuh, Utang “Tidur Tanpa Obat” Terbayar

Kemarin-kemarin itu aku lupa ngikutin aturan minum obatku yang baru. Harusnya Seroquel, obat malem, diminum kelang-kelang sehari, eh tanpa sengaja aku minum terus dengan indah selama empat hari berturut-turut. Akhirnya terpaksa aku bayar hutang kelangan hari yang harus dilalui tanpa obatย  di malam hari. Rada-rada grogi karena takutnya nggak bisa tidur dan berakibat bawaan jadi kacau.

Malam pertama cukup berjalan kacau. Karena aku baru tidur jam setengah empat. Jadi inget jaman-jaman ‘muda’ dulu. Kalo dulu sih, mau tidur jam 2, jam 4, atau pas subuh pun nggak masalah. Kalo sekarang, tidur telat seolah jadi indikasi yang demikian buruk karena program ngobat yang nggak berjalan sesuai rencana. Dan disamping itu, aku juga udah kelanjur menghargai tidur yang ‘benar dan sehat’. Ceile.

Malam-malam berikutnya, aku pun mengatur tidur dengan bantuan sisa Alganx yang ada. Plus gigit-gigitin Seroquel dikit-dikit. Udah diperlakukan kayak permen aja tuh pil, padahal rasanya pait beud n gak enak… >.< Alhamdulillah, ya tidurku cukup bagus. Tapi hari Minggu kemarin sih aku rada ngerasain gejala-gejala kayak pas aku tiba-tiba gak minum obat karena nggak konsul. Badan serasa dingin dan lumayan gelisah. Apalagi cuaca belakangan dingin menggigilkan… Ditambah lagi perut yang mules-mules (ampe bolak-balik ke belakang, diam-diam berharap lama-lama aku jadi kurus karena banyak ‘pengeluaran’ hari itu xixixi :D).

Aku baru sadar akan hal itu malam harinya. Alias semalem. Dan akhirnya aku dengan rela menggunakan bantuan Alganax, walau sisa obat anti-anxietas itu sengaja aku sayang-sayang buat kalo dibutuhkan darurat.

Syukurlah utang “tidur tanpa obat” itu udah aku lunasin. Dan mulai malam ini aku bisa mulai nenggak Seroquel lagi untuk membantuku tidur. Pil putih yang harus kuminum malam ini pun udah tinggal setengah karena kugigitin malam-malam sebelumnya. Haha. Niatku, kedepannya kayakanya aku belum bisa nurutin aturan minum yang baru yang dikelang-kelang, karena ternyata nggak enak banget kalo nggak bisa tidur karena nggak minum Sero. Jadi aku akan minum setengah Seroquel setiap malam. Dan tanpa Alganax. Antidepresan yang ada hanya dari Zerlin yang diminum pagi.

Kadang-kadang, aku senang ketika merasa aku sudah lebih dekat kepada sembuh dari Bipolar. Aku rasa aku sukses mengikuti petunjuk baik dalam hal ini. Dan kuharap, hasil dari yang telah aku lalui adalah pantas bagiku sampai pada batas maksimalnya. Meski rasanya masih banyak yang harus kucapai, khususnya secara materi. Aku nggak yakin apa yang harus kulakukan setelah ini. Mungkin aku hanya harus mengikuti petunjuk baik lainnya. Insya Allah aku mampu.

For a better life! *sambil ngangkat cangkir berisi wine…eh nggak ding,…fanta-susu :lol:*