Creepy Laughing Doll

Sebenernya udah lama pengen video ini sejak nonton filmnya setahun lalu. Tapi belum punya video editor untuk motong adegan yang saya mau.

Adegan dari film Dark Tower (1943) ini aneh dan creepy banget dah. Boneka pelautnya itu lho gan, bisa ngakak tergeli-geli, tapi bukannya unyu, saya malah bergidik ngeri… :lol: Meski kalo dipikir sebenernya bagus dan kreatif juga ada boneka kayak gitu, di tahun 1940an pula.

Kue Bilis Khas Batam

Kemarin Mbak saya baru balik dari Batam. Pas saya pulang ke rumah udah ada oleh-oleh ini aja di meja…

DSC01013

DSC01012

Dari sini saya jadi tahu kalo bilis itu nama ikan. :P Iya soalnya makanan ini sebenernya ikan kecil-kecil mirip teri yang digulung dengan tepung (diplintir seperti molen).

Rasanya menggemaskan. Gurih, krenyes, asin-asin bikin nagih…

Kalo yang perutnya nggak kuat makan amis-amis mungkin nggak bisa makan banyak-banyak, soalnya saya sendiri juga rada-rada mual kalo makan ikan yang cenderung amis (meskipun enak).

Tapi pokoknya, kue bilis ini cucok deh buat temen minum kopi atau ngeteh di sore hari. Kalo ke Batam, jangan lupa beli ini buat oleh-oleh keluarga Anda di rumah, oke. *promosi*

Bicara Cuaca Dalam Budaya British

Dua hari belakangan ini cuaca berangin kencang di sekitar rumah saya. Setelah baca-baca hal ini dikarenakan pancaroba alias peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Dari situ saya kepikiran kenapa ya kalo di film-film itu orang sering memulai percakapan dengan membicarakan cuaca. (rada jauh nyambungnya)

Setelah gugling ternyata membicarakan cuaca itu adalah salah satu budaya orang Inggris.

Menurut halaman ini, cuaca disana itu selalu berubah-ubah. Pagi sama sore bisa beda. Sehingga cuaca jadi topik ‘paling netral’ yang sering dipakai untuk memulai percakapan dan memecah kekakuan, karena berpengaruh sama semua orang.

Pada Oktober 1987 Inggris porak-poranda oleh insiden cuaca yang disebut Great Storm of 1987. Dan orang masih membicarakannya hingga saat ini.

cuaca

Kata-kata dalam percakapan tipikal orang Inggris:

“Nice weather for ducks.” (hujan)

“Turned out nice again.” (cerah)

Kalo di Indonesia kira-kira apa ya yang biasanya dibicarakan saat memulai percakapan?

Trust

Trust - Dulu saya pernah juga cerita tentang membangun kepercayaan. Tapi kali ini ceritanya mungkin lebih ke keluarga. Sekedar analisa dan motivasi sotoy… :P Tapi mudah-mudahan ada manfaatnya.

trust

Si Mamak bersiap belanja menunggang “Sepeda Onta”-nya.

Sejak kecil saya menyaksikan lumayan beragam “drama” kehidupan :P yang dialami keluarga dan sepupu saya. Dulu saya bertanya-tanya mengapa orang bisa begitu stuck up sama satu kondisi dan situasi nggak menyenangkan dengan orang lain/keluarga/anak/orangtua, seolah ‘nggak berusaha lebih keras’ untuk bikin hubungan jadi netral lagi. Saya pikir karena sebagai anak tunggal saya terbiasa berusaha ngatasin semuanya sendiri.

Ketika lebih besar saya sadar memang nggak semua orang punya motivasi untuk mengkonfrontasi egonya sendiri dan segera menyelesaikan situasi emosional dengan orang lain. Dan bahwa setiap orang dalam keluarga punya perannya sendiri-sendiri bagi anggota keluarga yang lain.

Harus ada yang cukup netral dan tenang untuk jadi tempat curhat para bibi, ipar dan sepupu yang galau dalam krisis kepercayaan dengan saudara kandung atau orangtuanya sendiri.

Dari cerita-cerita itu saya belajar bahwa seringkali masalah kepercayaan itu bisa datang dari trauma masa lalu, keserakahan, egoisme, dan lain-lain. Serem kata-katanya, tapi memang itu yang terjadi dan mungkin sangat umum di banyak keluarga. “Para korban” jadi menumbuhkan rasa insekuritas atau tidak aman/nyaman pada diri karena telah dikhianati, dikecewakan, ditipu, mengalami perpisahan, menyaksikan perceraian…

Isu tak selesai seperti ini bakal mengendap di bawah sadar, jadi ganjalan yang secara teori bisa mencegah hal-hal positif yang mungkin kita dapatkan dalam kehidupan.

Kita akan terus memperpanjang tuntutan seolah nggak ada orang yang bisa memenuhi dan memperbaiki. Terus menciptakan syarat dan standar yang membatasi cara-cara orang dalam memperlakukan kita. Kita nggak akan pernah mampu mencintai jika terus butuh dicintai dan membenci orang lain yang tidak memberi kita keuntungan.

Percayalah bahwa orang mampu menerima masalah dan kekuranganmu secara terbuka tanpa mengharap perlakuan apapun sebagai balasan. Dengan sendirinya orang akan menghargai dan menyayangimu.

Dalam keluarga dan kehidupan nggak semua orang punya peran dan potensi yang sama. Perjuangan dan goal kamu mungkin berbeda hasilnya dengan orang lain yang melakukan hal sama. Tapi percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia.