(Novel) “Biarkan Aku Masuk”

Let The Right One In atau dalam bahasa aslinya Låt den Rätte Komma In adalah novel karya penulis berkebangsaan Swedia, John Ajvide Lindqvist (mboh kepiye lah mbocone). 😥 Novel ini adalah novel pertamanya yang rilis pada tahun 2004.

Lindqvist yang menghabiskan masa kecilnya di Blackeberg menceritakan sebuah masa di era awal 1980-an yang kelam di tengah kehidupan normal penduduk pinggir kota itu. Oskar, 12 tahun, tinggal di apartemen bersama ibunya yang sudah bercerai. Ia menghadapi hari-harinya sebagai anak kelas 6 SD  yang sering mengalami penyiksaan oleh anak-anak yang lebih besar.

Lalu ada anak perempuan bernama Eli yang baru pindah bersama ayahnya, Håkan bersebelahan dengan apartemen Oskar. Eli adalah vampir berusia 200 tahun yang membutuhkan darah untuk hidup. Dan Håkan sebenarnya adalah… semacam asisten yang membantu Eli mendapatkan darah dengan cara membunuh. Håkan rela melakukan semua itu karena ia sangat mencintai Eli. Dia adalah seorang mantan guru bahasa Swedia yang dikeluarkan dari sekolah karena orientasi seksualnya yang membuat guru serta orangtua ‘tidak tenang’.

Sementara itu Eli bersahabat dengan Oskar meski mereka hanya bisa bertemu di malam hari.

Selain kedua bocah tersebut, ada banyak karakter menarik lainnya yang diceritakan dalam novel ini. Jocke, Lacke dan teman-temannya adalah sekelompok pria yang bersahabat dan senang minum-minum, ada Tommy yang ibunya tengah berpacaran dengan polisi muda, Virginia, mantan pacar Lacke yang kemudian ‘terinfeksi’, Jonny, Micke dan teman-teman berandalannya yang suka mem-bully Oskar di sekolah, Gösta yang hidup dengan kucing-kucingnya… Tiap karakter yang berbeda-beda ini terhubung oleh serangkaian pembunuhan yang dilakukan Eli dan Håkan.

Vampir versi Lindqvist

Dalam cerita ini Lindqvist menggambarkan vampir sebagai efek dari semacam infeksi yang hidup di jantung seseorang.

Infeksi tersebut memiliki ‘pikiran dan nyawa’ sendiri serta memaksa orang bertahan hidup dengan cara meminum darah. Vampir di cerita ini tidak tahan dengan sinar matahari (mereka bisa terbakar, bukan karena takut kelihatan berkerlap-kerlip :mrgreen: ) dan bisa tidur di siang hari tanpa bernafas. Mereka harus beristirahat di ruang yang sangat tertutup seperti peti, lemari atau menenggelamkan diri di bak mandi seperti yang dilakukan Eli. Selain untuk mengisi ulang tenaga, tindakan ini berguna untuk mencegah suara-suara yang masuk ke telinga vampir yang pendengarannya lebih tajam dari manusia normal. 😎

Vampir nggak bisa masuk kedalam sebuah rumah atau kamar begitu saja: mereka harus dipersilahkan masuk terlebih dahulu. “Bilang bahwa aku boleh masuk.” Vampir tidak tahu mengapa ia harus melakukan itu. Namun dorongan hati menyuruhnya demikian. Jika mereka masuk tanpa diundang/dipersilahkan, darah akan merembes keluar dari pori-pori tubuhnya. 😯

Vampir dalam cerita juga dilengkapi dengan gigi-gigi taring, kuku-kuku tajam, memiliki bobot tubuh yang sangat ringan untuk memudahkannya melompat dan menerkam mangsa. Jika dibutuhkan, vampir juga bisa menumbuhkan sayap mirip selaput dibawah lengannya untuk terbang.

Infeksi terjadi ketika liur vampir becampur dengan darah manusia. Jika korban tidak dihisap darahnya hingga habis, maka sudah pasti orang yang bertahan hidup itu akan segera berubah menjadi vampir juga.

Kisah perubahan karakter Virginia menjadi vampir digambarkan secara cukup menyedihkan. 😥 Om Lindqvist sangat mahir menggambarkan bagaimana hidup seseorang berubah selamanya ketika ia tidak bisa lagi berdekatan dengan keluarga yang dicintainya. Skema cerita ini ia angkat lebih dalam pada novelnya yang lain

Novel

Meski banyak menggunakan karakter anak-anak, novel ini bukanlah bacaan buat anak-anak dan remaja. Karena ada unsur kekerasan dan seksualitas yang cukup kental di dalamnya. Selain itu novel ini juga menceritakan masalah-masalah umum, seperti perceraian dan anak-anak yang hidup diantara orangtua yang berpisah, kisah cinta, persahabatan, dan ‘kisah abadi’ penganiayaan (bullying) yang masih sering terjadi di sekolah-sekolah.

Novel setebal 600-an halaman ini nggak kerasa dibaca. Dalam artian nggak sepanjang yang terlihat dari ketebalannya.

Film

Let The Right One In (Sweden - 2008)

Ada dua versi yang sudah dibuat berdasarkan novel ini. Yang pertama adalah versi Swedia yang dibuat tahun 2008 berjudul Let The Right One In dan versi Amerika yang dirilis tahun 2010 lalu dengan judul Let Me In.

Let Me In (2010)

Sayangnya sampai detik ini saya belum nonton salah satu film itu, kecuali cuplikannya yang sepotong-sepotong lewat Youtube. 😦

Satu hal yang saya tahu pasti, tidak satupun dari film tersebut menggambarkan Oskar sebagai anak yang bertubuh gemuk seperti dalam novelnya.

Sekarang saya sudah selesai baca novelnya, nggak pol rasanya kalo belum nonton filmnya. Harus nonton nih walau kata temen saya filmnya (Let Me In) “nggak enak”. Yah, moga-moga masih ada di rentalan… 😉

Iklan

6 pemikiran pada “(Novel) “Biarkan Aku Masuk”

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s